BREAKINGNEWS.CO.ID -  Satu bulan keberadaan microsite Pemilu 2019 yang ditampilkan oleh Breakingnews.co.id sejumlah data dan kecenderungan pembaca terhadap pesta demokrasi terbesar di tanah air mulai dapat diraba.  

Pemunculan kecenderungan tersebut terlihat dari jumlah berita yang paling banyak diklik dikomentari dan dibagikan. Hal itu sangat mungkin dilakukan karena dalam tampilannya, Breakingnews.co.id secara lugas membagi kanal pemberitaan kepada dua pasangan calon yang maju, yakni paslon nomor satu Joko-Widodo-Ma’ruf Amin, dan pasangan nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahaudin Uno.

Untuk mendapatkan secara lebih mendalam kecenderungan dan preferensi politik pada pembaca, microsite tersebut juga menyediakan pooling  yang berisikan pilihan terhadap calon yang mereka suka.

Dalam bagian poling tersebut, pembaca mendapat kesempatan untuk langsung menyuarakan pilihan mereka dalam bagian Poling Pemilihan Presiden 2019.

Maka sejak pertama kali dilaksanakan pada awal November lalu, sudah ratusan partisipan yang ambil bagian dengan hanya menyediakan satu pertanyaan, calon presiden mana yang akan dipilih pembaca Breakingnews.co.id ?

Hasilnya, dari total 769 (100 persen) partisipan yang ambil bagian, posisi paslon nomor satu (Joko Widodo-Ma’ruf Amin) memimpin perolehan suara sejak pertama kali dibuka.

 

Jika dirinci lebih jauh pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul jauh. Pasangan ini tercatat memimpin dengan perolehan poin sebesar 77 persen atau 594 pemilih.

Sementara pasangan nomor dua, Prabowo Subianto-Sandiaga baru bisa mengumpulkan total 175 pemilih, atau secara persentase mencapai 23 persen total responden yang berpartisipasi.

Poling ini sendiri tidak menyebut usia, jenis kelamin atau profesi yang berpartisipasi, namun setidaknya bisa membantu memahami karakter pemilih mereka yang pembaca Breakingnews.co.id, meski secara pemberitaan, porsi informasi untuk kedua kubu diberi secara merata dan tak memihak kepada salah satu.

Pilpres sendiri baru akan berlangsung enam bulan lagi dari sekarang. Segala kemungkinan dalam kaitan perubahan jumlah pemilih masih sangat mungkin terjadi, sebelum masa masuk kota suara pada tanggal 17 April 2019 nanti

Itu semua tak lain karena ragam dinamika kampaye yang saat ini sedang berlangsung, mulai dari saling sindir antar pendukung kedua kubu, mulai dari tim sukses hingga masyarakat luas.

Kedua kubu, tentu tidak ingin salah langkah dalam mengkomunikasikan program mereka. Jangan sampai terjadi blunder tak perlu, baik dari Paslon atau tim sukses mereka yang bisa menggerus suara pendukung yang saat ini sudah dimiliki.