JAKARTA - Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) mengadakan tes urine terhadap sejumlah pilot serta kru pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Tes yang dikerjakan kepada pilot serta kru kabin secara acak itu mempunyai tujuan untuk memastikan kesehatan pilot serta kru saat melayani penumpang. Kabiddokkes Kombes Pol dr Danang Pamudji menuturkan, tes urine terhadap pilot serta kru sebenarnya adalah kegiatan rutin yang dikerjakan setiap periode mudik Lebaran dan tahun baru.

Dalam tes urine kali ini di BIM, untuk sementara tak ditemui pilot serta kru yang mengonsumsi narkotika serta zat adiktif yang lain. Tujuan tes kali ini adalah enam zat terlarang, yakni amfetamina, kokaina, opiates, mariyuana, methamphetamine, dan benzodiazephine. "Sehingga seperti pengendara, pilot, sopir, bisa kami cek secara random. Nah, kalau didapati positif, dia tak layak melakukan tugas," kata Danang di sela proses pemeriksaan di BIM, Rabu (13/6/2018).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Kumbul KS memberi tambahan, bahwa tes urine baru dikerjakan terhadap dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia serta Batik Air. Dari kedua maskapai itu, tak didapati pilot serta kru kabin yang mengonsumsi narkotika dan zat adiktif yang lain. Tes urine itu, lanjutnya, selalu dikerjakan secara acak selama musim mudik Lebaran itu untuk memastikan keselamatan penumpang. "Ini kan diperkirakan puncaknya ya. Jadi, kami lakukan terus secara acak tesnya. Ini kegiatan rutin saja. Tahun lalu juga hasilnya negatif. Semoga tahun ini demikian," katanya.

Disamping itu, Aviation Security Bandara Internasional Minangkabau, Kamardi, menegaskan bahwa proses pengecekan urine itu tak mengganggu jadwal penerbangan. Pengambilan sampel urine dikerjakan terhadap pilot serta kru kabin yang sedang tidak menjalankan tugasnya. Ia mengharapkan, tes secara acak seperti itu dapat memastikan keselamatan penumpang.