BREAKINGNEWS.CO.ID - Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran liquid (cairan untuk rokok elektrik) yang mengandung narkoba jenis MDMA (metilendioksi metamfetamina), atau ekstasi. Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial AG, ER dan TM. 

Pengungkapan kasus ini  berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat mengenai peredaran narkoba liquid. Para tersangka mengedarkan liquid narkoba melalui media sosial Line dan Instagram

Informasi awal diselidiki dengan menerjunkan aparat yang menyamar sebagai pembeli vape bersama liquid dari media sosial. Setelah disepakati, polisi yang menyamar akhirnya mengambil barang itu di kawasan Senayan, melalui jasa ojek online. "Dari ojol (ojek online) ini kita tanya siapa yang memesan, dari sana kita bisa amankan ER dan AG. Keduanya ini berperan sebagai pihak yang menerima pesanan dan melakukan packaging," ujar Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Kamis (25/10/2018).

Polisi kemudian bergerak dan berhasil mengamankan ER di wilayah Bogor, sementara AG diamankan di kawasan Depok. Dari keduanya didapat informasi bahwa barang tersebut berasal dari tersangka berinisial TM. "TM sendiri berhasil kita amankan di kawasan Matraman," ucap Calvijn.

Dari keterangan ER dan AG, diketahui ide menjual liquid mengandung narkoba ini berasal dari TM. Keduanya juga mendapat upah dari TM sebesar Rp5 juta tiap bulannya. "Kami kumpulkan bukti, kami temukan lokasi pengemasan. Ada 97 kotak liquid, berarti kan kegiatan ini rutin. Kami temukan 10 vape yang mengandung MDMA," jelasnya.

Tingginya animo liquid mengandung narkoba ini terlihat sejak 8 bulan lalu dimana akun ini telah memiliki 5.000 follower. Untuk liquid berisi 5 milliliter, pelaku menjual seharga Rp 350 ribu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, bahwa modus yang digunakan tersangka tergolong baru. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, apalagi para pelaku mengincar konsumen dari kalangan usia produktif. "Kami sampaikan kepada masyarakat, terutama para orang tua agar berhati-hati. Korban mayoritas pelanggannya merupakan usia produktif, pelajar dan mahasiswa," kata Argo.