BREAKINGNEWS.CO.ID - Polda Metro Jaya telah mengirimkan berkas kasus dugaan pencemaran nama baik terkait konten YouTube terkait 'ikan asin' ke pihak Kejaksaan DKI Jakarta.

Bukan hanya satu, tapi ketiga berkas tersangkanya telah dilimpahkan. Mereka adalah pasangan suami-istri Pablo Benua-Rey Utami yang merupakan pasangan Youtuber. Kemudian juga ada artis Galih Ginanjar. Dimana Galih adalah bintang tamu di konten YouTube yang dibuat Pablo-Rey.

"Untuk berkas sudah kita kirim ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) ke Kejati," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (20/8/2019).

Meski begitu, Iwan tak merinci kapan persisnya hal ini dilakukan. Dia hanya bilang berkas dikirim bulan ini. Hingga kini belum ada jawaban balik dari pihak Kejati. Pihaknya masih menunggu kepastian apakah berkas telah dinyatakan lengkap.

Apabila sudah lengkap alias P21, maka pihaknya akan segera menyerahkan ketiga tersangka ke Kejati begitupun barang buktinya. Hal ini tentu agar kasus bisa segera masuk ke persidangan. Namun, apabila dinyatakan belum lengkap sehingga harus dikembalikan maka pihaknya pun siap untuk melengkapinya sampai dinyatakan rampung. "belum ada jawaban dari Kejaksaan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, suami siri dari Barbie Kumalasari, Galih Ginanjar menyampaikan langsung permintaan maaf dari dalam penjara untuk mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, melalui sebuah video. 


Video diunggah oleh akun instagram @farhatabbasofficial. Terlihat Galih yang mengenakan baju berwarna hitam berada di dalam penjara dengan latar belakang tempat video, jeruji besi.

Akibat ulah Farhat, Galih pun dipindahkan ke sel tikus atau sel isolasi. Galih terpaksa menerima sanksi selama seminggu di sana. 

Diketahui, kasus ini bermula, ketika mantan istri Galih, Fairuz A. Rafiq melaporkan Galih ke polisi dengan didukung pengacara ternama Hotman Paris. Fairuz merasa tersinggung akibat ucapan Galih, saat tampil di channelYouTube Rey Utami dan suaminya.

Ada lima ucapan yang menyinggung hati Fairuz, salah satunya soal ucapan 'ikan asin.'  Hal itu disampaikan kakak Fairuz, Ranifa. "Menyebarkan kalimat-kalimat konten asusila di postingan akun YouTube tersebut," kata Ranifa di Gedung SPKT Polda Metro Jaya, Senin 1 Juli 2019 lalu.

Laporan mereka diterima pihak Kepolisian dan terdaftar dengan nomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Namun, dalam kasus ini, Fairuz tak cuma melaporkan Galih, dia juga mempidanakan Rey Utami dan Pablo Putra Benua selaku pemilik channel YouTube.

Mereka bertiga diduga melanggar Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 43 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan atau Fitnah.