BREAKINGNEWS.CO.ID - Subdit III Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Awaluddin Amin menangkap dua bandar yang ditengarai sebagai pemasok ekstasi di tempat hiburan malam di wilayah Jakarta. Dari penangkapan tersangka berinisial J dan R di apartemen Green Bay, Pluit, Jakarta Utara pada 17 Januari 2020, polisi menyita narkoba dengan jumlah 14.356 butir ekstasi siap edar, 1 kilo serbuk ekstasi siap dicetak berikut 5 gram sabu. 
 
“Ada dua tersangka yang kami tangkap mereka adalah J dan R,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya didampingi Kasubdit III Dit Resnarkoba Kompol Awaluddin Amin kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Kabid Humas menjelaskan, pada 15 Januari pihaknya mendapatkan info seringnya peredaran narkoba yang ada di wilayah Apartemen Green Bay Pluit. Atas laporan itu Subdit 3 Unit 1 Ditresnarkoba lalu membentuk tim dan melakukan penyelidikan.

“Dalam penyelidikan tepatnya pada 16 Januari berhasil ditangkap 2 pelaku. Dimana dalam pengakuannya puluhan ribu ekstasi tersebut akan disebar di tempat hiburan di Jakarta,” ungkap Yusri.

Sementara Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Awaludin menyampaikan penangkapan pertama pihaknya menangkap tersangka J yang saat itu menyimpan 6 butir ekstasi dikantong dan 100 ektasi di kamar tersangka J.

“Saat pengembangan kami juga menangkap R. Saat itu R sempat membuang barang bukti dari lantai 20 hampir 14.250,” tambahnya.

Awaludin mengatakan, antara J dan R masih hubungan keluarga. “R ponakan dan J sudah 2 tahun bermain,” tuturnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun.
 
 
TOREHKAN PRESTASI
 
Pengungkapan ini adalah prestasi kali kedua yang berhasil ditorehkan Subdit 3 Dit Resnarkoba dalam sepekan ini, juga berasal dari lokasi yang sama. Sebelumnya, Minggu (12/1/2020) lalu, polisi menangkap SP dan SPT di lobi Tower B Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara dan menyita 2.024 gram atau 2 Kg lebih sabu siap edar.

Dari penangkapan ini, penyidik kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok sabu ke mereka. Namun, saat pengembangan di wilayah Cawang pada Selasa (14/1/2020), salah seorang tersangka yakni SP berupaya kabur dan melawan petugas. Hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak pelaku. Dalam perjalanan menuju RS Polri, Kramat Jati, SP akhirnya menghembuskan napas terakhir.
 
Pengungkapan ini juga berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu, di lobi Tower B Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dari hasil interogasi kepada SP diketahui bahwa SP adalah residivis kasus narkoba, juga jenis sabu. Ia baru bebas Desember 2018, juga karena kasus narkoba jenis sabu. Setelah itu, ia kembali menjadi bandar sabu.

SP kemudian ditembak petugas karena berupaya kabur sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadapnya. "Namun dalam perjalanan ia meninggal dunia karena kehabisan darah," kata Yusri.