BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 27 Kg sabu dari Malaysia ke Jakarta melalui Bintan, Tanjung Pinang dan Belitung, pada 21 Maret 2020. Upaya penyelundupan sabu dilakukan memanfaatkan kelengahan polisi yang tengah bekerja ekstra terkait merebaknya kasus wabah Virus Corona di tanah air.
 
Namun upaya jaringan Malaysia 'mencuri' kesibukan petugas berhasil diendus sekaligus digagalkan aparat Subdit II Ditresnarkoba yang dipimpin Kasubdit AKBP Bagoes Wibisono. Tim berangkat menggunakan speedboat dari Malaysia - Bintan - Tanjung Pinang - Belitung - Jakarta. Kendapi pengungkapan jaringan ini dipimpin langsung Direktur Resnakorba Kombes Pol Herry Heryawan.
 
Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan Subdit Narkotik Bea Cukai Pusat dan Kanwilsus DJBC Kepulauan Riau untuk melakukan pengejaran menggunakan Speed Boat BC 1288. 

"Pada Sabtu 21 Maret 2020 Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya bersama Tim Bea Cukai melakukan penangkapan terhadap ke tiga tersangka JU, MZ dan LOS di Pulau Sumpat, Kepulauan Riau, ditemukan barang bukti 2 galon warna biru berisi 26 bungkus sabu dengan berat bruto 27 kilogram," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudajana didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (27/3/2020) di Polda Metro Jaya. 
 
Disini, petugas berhasil membekuk tiga pelaku yakni JU (52), MZ (22) dan LOS (48) di Pulau Sumpat, Bintan, Kepulauan Riau, 21 Maret 2020.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudajana menuturkan, dari pemeriksaan tersangka JU diketahui barang bukti sabu tersebut akan dibawa ke Jakarta bersama tersangka MZ dan LOS melalui jalur laut yakni dengan menggunakan kapal pancing hijau.

"Sabu dari tiga tersangka ini berasal dari Malaysia. Mereka berperan sebagai kurir," kata Kapolda.

Disampaikan Kapolda, siapa bandar diatas mereka dan jaringan penerima di Jakarta, masih didalami. "Yang jelas, mereka ini memanfaatkan situasi wabah corona untuk menyelundupkan sabu," kata Kapolda Nana Sudjana.

Jaringan ini, lanjunya, merasa ditengah wabah corona, petugas akan membatasi upaya pengungkapan dan meyakini petugas akan disibukkan untuk mengimbau masyarakat dalam mencegah penyebaran corona.

"Namun disamping semua itu, kami pastikan untuk pengungkapan yang perlu dilakukan akan kami lakukan. Ini salah satu cara agar Jakarta zero narkoba," kata Kapolda yang alumni Akpol 88 ini, menyebutkan.

Mantan Kapolda NTB ini mengungkapkan kalau terungkapnya kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan 4 tersangka yakni EM dan kawan-kawan pada Juli 2019 lalu. Saat itu dari tangan tersangka EM disita 10 kg sabu.

"Dari keterangan tersangka EM diketahui tersangka H menjemput dan menerima sabu di Malaysia bersama tersangka JU yang buron. Sejak itu, JU menjadi DPO kami," paparnya.

Dari situ, selanjutnya petugas melakukan pengembangan terhadap JU yang buron. "Selanjutnya Timsus Subdit II Ditresnarkoba yang dipimpin oleh kasubdit AKBP Bagoes Wibisono berangkat ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap JU," Kapolda menjelaskan.

Dalam pengejaran pada Senin 2 Maret 2020 ternyata diketahui JU melakukan pembelian mesin Speed Boat di PT Rofiko di Batam. Kemudian pada Selasa 3 Maret 2020, JU dan LOS membeli Kapal Pancing kecil di wilayah Tanjung Berakit, Bintan. "Pada Senin 9 Maret 2020 kedua target tersebut memindahkan Kapal Pancing ke Tanjung Pinang dan melakukan cat kapal berwarna hijau, kapal tersebut akan digunakan untuk transaksi narkoba di laut," ujar Kapolda Nana.

Tim yang mendapat informasi akan adanya penjemputan narkotika jenis sabu menggunakan speedboat dari Malaysia-Bintan-Tanjung Pinang-Belitung-Jakarta selanjutnya berkoordinasi dengan Subdit Narkotik Bea Cukai Pusat dan Kanwilsus DJBC Kepulauan Riau untuk melakukan pengejaran menggunakan Speed Boat BC 1288.

Dari situ kemudian pada Sabtu 21 Maret 2020 Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Tim Bea Cukai menggunakan Speed Boat BC 1288. "Untuk.melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka JU, MZ dan LOS di Pulau Sumpat, Bintan, Kepulauan Riau. Serta ditemukan barang bukti 2 galon warna biru berisi 26 bungkus sabu dengan berat bruto 27 kg," ujar Kapolda Nana.

Akibat perbuatannya ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. "Ancaman pidananya seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 Miliar dan  paling banyak Rp10Miliar," kata Nana.