BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Resese Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dan obat-obatan terlarang berupa ribuan pil ekstasi yang hendak dikirim ke Indonesia oleh sindikat internasional narkoba asal Malaysia.
Dari pengungkapan ini petugas menyita sebanyak 50 kg sabu dan puluhan kotak berisi total 43.000 butir pil ekstasi yang ditemukan di sebuah mobil box merek Daihatsu Luxio di depan Ruko HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Riau oleh anggota Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya dipimpin AKBP Dony Alexander, Selasa (21/11/2018).

Kepala Bidang Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya pengungkapan narkoba tersebut.  “Ada tiga tersangka yang berhasil diamankan dari kasus ini diantaranya, berinisial WS (43), MS (43), dan F(39). Mereka diduga jaringan Internasional,” ucap Argo (28/11/2018).

Argo menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan seorang bandar narkoba berinisial AS di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, beberapa bulan lalu. Dari penangkapan tersangka ini, anggota pun mendapat keterangan dan mengembangkan kasusnya.

“Dari pengakuan tersangka AS, dia mengaku mendapatkan barang haram itu dari tersangka WS. Lalu, dari keterangan itu dikembangkan anggota hingga akhirnya berhasil menangkap semua pelaku ini berikut barang buktinya,” jelas Argo.

Lebih jauh diantara para pelaku yang sudah berhasil diamankan petugas, menurut Argo, masih ada beberapa DPO lain yang saat ini masih dikejar anggota dan diduga bandar besarnya yaitu AAK dan seorang WNA asal Malaysia berinisial TS.

“Dan ada satu pelaku lain juga yang diduga terlibat dalam jaringan ini yaitu, pelaku VR. Saat ini yang bersangkutan diketahui merupakan narapidana di LP Cipinang,” tutup Argo.

Atas perbuatannya, para pelaku ini bakal dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2, jo pasal 132 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup.

Pengungkapan kasus tersebut rencananya akan digelar sore ini di Polda Metro Jaya.