BREAKINGNEWS.CO.ID- Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus meminta Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan terhadap Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal tersebut kata Petrus supaya polisi tidak terjebak dalam alur pikir Eggi Sudjana. 
 
"Polri (Polda Metro Jaya) harus hentikan penyidikan terhadap Grace Natalie, karena dikhawatirkan Polri akan terjebak dalam cara pandang Eggi Sudjana yang hendak mempolitisasi kebebasan berpendapat yang dijamin dalam konstitusi," ujar Petrus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/11/2018).
 
Menurut Petrus, dalil laporan yang diduga Grace Natalie telah melakukan Tindak Pidana Penistaan Agama, pada gilirannya akan mengekang hak warga negara untuk berbeda pendapat. Padahal kata Petrus, cara pandang Grace Natalie dan atau PSI yang menolak Perda Syariah dan Injil adalah langkah tepat, heroik dan konstitusional.
 
Hal tersebut kata Petrus bisa dilihat demi mempertahankan Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 sebagai pilar utama dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat di tengah menguatnya gerakan Intoleransi dan Radikalisme.
 
Menurut Petrus, cara pandang Eggi Sudjana yang menilai sikap tolak Grace Natalie terhadap Perda Syariah dan Injil sebagai delik penistaan agama, jelas merupakan pemutarbalikan logika dan fakta.
 
Pasalnya kata Petrus, Grace Natalie dan PSI justru sedang meletakan Syariah dan Injil pada tempat yang sesungguhnya yaitu pada Hati Nurani setiap individu berupa nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan dianut oleh setiap individu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperteguh sikap patriotisme warga masyarakat agar tetap taat dan patuh kepada hukum nasional asli Indonesia.
 
Diketahui, Grace Natalie datang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terlapor hari ini. Grace dilaporkan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair atas dugaan penistaan agama.
 
"Sebagai warga negara yang baik kami memenuhi undangan klarifikasi dari Polda Metro Jaya terkait laporan yang disampaikan oleh PPMI," kata Grace di Polda Metro Jaya, Kamis (22/11).
 
Kepada wartawan Grace menyampaikan akan memberikan keterangan sejelas mungkin pada polisi soal apa yang dituduhkan padanya. Dia menegaskan akan mengikuti pemeriksaan karena dia percaya proses hukum yang ada.
 
"Dari awal PSI berdiri, DNA kami, atau platform kami itu anti korupsi dan anti intoleransi. Pernyataan kami dalam HUT PSI penegasan untuk itu soal bagaimana komitmen menjaga Pancasila. Jadi kami tak khawatir," ujarnya.
 
Grace Natalie sebelumnya dilaporkan oleh Persatuan Muslim Indonesia ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama. Grace dipolisikan buntut dari pernyataannya yang tidak setuju penerapan Peraturan Daerah atau Perda Syariah.
 
Laporan ini, kemudian diterima oleh Bareskrim Polri dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM. "Dalam kesempatan ini, kita sudah memberikan warning kepada Grace. Pengertian warning, sudi sekiranya minta maaf statement-nya itu sudah masuk unsur ungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian kepada agama," kata kuasa hukum Persatuan Muslim Indonesia, Eggi Sudjana di gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat, 16 November 2018 lalu.