JAKARTA - Maraknya pengusiran diplomat Rusia oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa (UE), Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern baru-baru ini mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya untuk ikut mengusir diplomat Rusia yang ditempatkan di negaranya. Akan tetapi, dia menyatakan bahwa sampai saat ini negaranya belum memiliki rencana.

Ardern menuturkan, para diplomat Rusia, yang akan diusir oleh AS serta belasan negara UE, yaitu para perwira intelijen yang tidak dideklarasikan. Dia menyebut, andaikan pihaknya mendapatkan ada diplomat seperti ini, maka dia akan mengusirnya.

"Kami melakukan pemeriksaan, sejauh ini yang kami tahu tidak ada diplomat semacam itu di Selandia Baru. Tetapi jika kami melakukannya kami akan mengusir mereka," kata Ardern pada Selasa (27/3/2018).

Apabila Selandia Baru masih pikir-pikir untuk mengusir diplomat Rusia, tetangga mereka yaitu Australia sudah mengambil keputusan untuk mengusir diplomat Moskow.

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbul setuju dengan pemerintah Inggris kalau Moskow bersalah atas serangan racun saraf kepada mantan agen ganda Kremlin, Sergei Skripal di Inggris. Turnbull lalu mengatakan, dia telah mengusir dua diplomat Rusia terkait dengan kasus ini.

"Bersama dengan Kerajaan Inggris, sekutu dan mitra lainnya, Australia mengambil tindakan sebagai tanggapan terhadap serangan agen saraf di Salisbury, Inggris, awal Maret 2018" kata Turnbull dalam sebuah pernyataan.

"Dua diplomat Rusia yang diidentifikasi sebagai petugas intelijen yang tidak dideklarasikan akan diusir oleh Pemerintah Australia atas tindakan yang tidak konsisten dengan status mereka, sesuai dengan Konvensi Wina," tukasnya.