BREAKINGNEWS.CO.ID – Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May geram usai dua tersangka racun Novichok di Salisbury, Inggris membantah dirinya sebagai agen intelijen Rusia. Menurut May, bantahan tersebut sebagai bentuk penghinaan bagi intelijen London.

Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, dua tersangka serangan racun terhadap mantan agen ganda Kremlin, Sergei Skripal serta putrinya, Yulia, mengaku sebagai turis. Mereka justru mengklaim menjadi korban tuduhan. Dalam wawancara dengan saluran Russia Today, Kamis (13/9/2018), media yang didanai negara Rusia, Petrov dan Boshirov menuturkan bahwa mereka melakukan kunjungan akhir pekan ke Inggris untuk melihat katedral Salisbury.

Bantahan mereka sebagai agen intelijen Moskow muncul satu hari setelah Presiden Vladimir Putin bersikeras kalau kedua-duanya merupakan warga sipil. Downing Street atau Kantor PM May menyebut klaim kedua tersangka sebagai "kebohongan secara terang-terangan".

"Rusia menanggapi dengan penghinaan terhadap pembunuhan Dawn Sturgess serta percobaan pembunuhan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia, serta mitra Sturgess, Charlie Rowley," kata PM May melalui seorang juru bicaranya. "Sayangnya, itulah yang muncul dari Rusia yang bisa diharapan," lanjut juru bicara May, seperti dikutip Telegraph, Jumat (14/9).

Oleh otoritas berwenang Inggris, Petrov dan Boshirov dinyatakan sebagai agen dari Badan Intelijen Militer Rusia atau GRU. Mereka mengklaim kalau satu-satunya alasan berkunjung ke Inggris adalah untuk melihat situs bersejarah Salisbury yang luar biasa, berdasarkan pada rekomendasi seorang teman.

Antusiasme mereka berlanjut dengan melakukan penerbangan empat jam dari Moskow untuk memulai kunjungan dua hari mereka. Mereka tiba di Gatwick pada pukul 15:00 sore pada Jumat (2/3) lalu. Mereka melakukan perjalanan ke Salisbury keesokan paginya, akan tetapi mengklaim kalau salju serta kondisi cuaca buruk begitu dramatis sehingga mereka basah sampai lutut dan memaksa mereka membatalkan tur sesuai dengan jadwal.

Mereka kembali keesokan harinya serta tertangkap CCTV di sekitar rumah Skripal, tidak lama sebelum tengah hari. "Katedral itu sangat indah, ada banyak turis di sana, ada banyak turis Rusia, ada banyak turis berbahasa Rusia di sana," kata Boshirov. “Kami duduk di taman, kami duduk di kafe serta minum kopi. Kami berjalan-jalan serta menikmati Gothic Inggris ini, keindahan ini," katanya.