BREAKINGNEWS.CO.ID - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menganggap gagasan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang ingin membangun tembok di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko, sama seperti kebijakan yang dirinya buat untuk melarang atlet Israel berpartisipasi di setiap acara yang dihelat Malaysia.

"Setiap negara memiliki hak untuk menerima dan menolak masuk siapa saja. Kalian bisa lihat saat ini Amerika Serikat sedang mendirikan sebuah tembok yang sangat tinggi untuk mencegah orang Meksiko masuk ke negaranya," ucap Mahathir dalam jumpa pers di Wina, Austria, pada Selasa (22/1/2019). "Kami (AS-Malaysia) punya gagasan yang sama, bahwa orang-orang yang tidak diinginkan negara kami akan kami cegah dari negara kami."

Pernyataan itu diutarakan Mahathir membela pemerintahnya yang beberapa waktu terakhir ini melarang warga Israel ikut serta dalam setiap acara dan turnamen apapun yang diselenggarakan oleh Malaysia. Keputusan itu diambil setelah Malaysia melarang atlet Negeri Zionis tersebut mengikuti kejuaraan renang dunia bagi penyandang difabel pada Juli 2018 lalu.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina yang hingga saat ini wilayahnya masih diduduki Israel. Dalam kesempatan yang sama, Mahathir melabeli Israel sebagai negara kriminal dan suka membangun permukiman di wilayah orang lain serta mengucilkan warga asli di wilayah itu.

"Mereka (negara Israel) telah menyerang kapal kami yang membawa bantuan untuk orang-orang Gaza, ada banyak hal lain yang dilakukan Israel itu bertentangan dengan hukum internasional dan moralitas," kata Mahathir. "Jika orang-orang mereka (Israel) ingin bersaing dalam turnamen olahraga, mereka dapat pergi ke negara lain."

Dikutip Channel News Asia, pekan lalu Israel mengecam larangan tersebut dan meminta Komite Paralimpik Internasional (IPC) untuk membujuk Malaysia mencabut larangan terhadap para atletnya. Pemerintahan PM Benjamin Netanyahu bahkan menganggap larangan itu diterapkan Malaysia karena terinspirasi dari "fanatisme anti-semitisme" Mahathir.

Akan tetapi, Mahathir membantah tudingan tersebut. "Itu adalah hak saya untuk memberitahu mereka bahwa mereka telah melakukan banyak kesalahan. Mengapa kami tidak bisa mengatakan apapun terhadap Israel atau terhadap kaum Yahudi?" kata Mahathir.