BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebagian besar warta Okinawa, Jepang, menolak rencana pemindahan pangkalan militer Amerika Serikat (AS), akan tetapi pemerintah Negeri Sakura, menyatakan bahwa lokasi pemindahan tersebut tetap berada di pulau itu.

"Ini sudah berjalan 20 tahun sejak Jepang dan AS sepakat memindahkan pangkalan Futenma. Kami tidak bisa menunda ini lebih lama lagi," ucap Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Tokyo pada Minggu (24/2/2019) waktu setempat. Pernyataan itu diutarakan Abe setelah warga Okinawa tidak setuju dengan rencana relokasi pangkalan tersebut melalui sebuah referendum yang tidak mengikat pada akhir pekan lalu.

Sebanyak 72 persen pemilih menentang adanya relokasi itu, sementara 19 lainnya memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Sebagian besar pemilih ingin pangkalan militer AS dipindahkan keluar Okinawa, bukan ke tempat lain di pulau yang sama. Pemerintahan Abe tidak pernah menggubris permintaan warga pulau tersebut. Abe mengatakan dirinya menerima hasil pemungutan suara "dengan tulus" dan akan meminta "pengertian" dari penduduk Okinawa tentang keputusannya yang tidak sejalan dengan hasil referendum.

"Kami telah menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan dialog dengan warga di prefektur (Okinawa). Kami akan melanjutkan dialog kami sehingga kami dapat pemahaman mereka," papar Abe seperti dilansir AFP. "Mengurangi beban Okinawa adalah salah satu tanggung jawab besar bagi pemerintah pusat. Kami akan melanjutkan upaya terbaik kami mengurangi beban terkait penempatan pangkalan militer tersebut."

Meskipun hanya menyumbang satu persen dari luas daratan Jepang, sebagian besar warga pulau tersebut kurang berkenan menampung sedikitnya 20 ribu personel dari total 47 pasukan AS di Jepang. Kehadiran militer AS di pulau tersebut dinilai membuat frustasi warga setempat, mulai dari kebisingan aktivitas, kecelakaan militer di pangkalan, hingga kejahatan yang dilakukan sejumlah prajurit terhadap penduduk setempat.

Demi meredakan ketegangan, pada 1996 silam AS dan Jepang sepakat memindahkan pangkalan Futenma dari lokasi saat ini ke pesisir pantai pulau tersebut yang lebih terpencil dan sebagian besar merupakan tanah reklamasi.