JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Mahyudin memberi kuliah tujuh menit (kultum) dalam solat Tarawih di Islamic Center, Balikpapan, Kalimamtan Timur. Pada kesempatan itu, ia meminta masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya, terutama di internet. Menurut dia, sikap hati-hati perlu diterapkan sebelum berbagi informasi. "Jangan suka menyebar hoax. Yang aneh-aneh jangan di-copy paste kemudian di-share," ujar Mahyudin dalam keterangan tertulis Minggu (20/5/2018).

Di kesempatan itu, dia mendoakan supaya Balikpapan aman. Ini dilakukannya mengingat banyak berlangsung kasus terorisme di beberapa daerah di tanah air. Dalam menjaga supaya kejadian teror itu tidak terulang, MPR pun rajin melakukan Sosialisasi Empat Pilar pada masyrakat.

"Saya keliling Indonesia untuk menyampaikan Empat Pilar, Empat Pilar intinya adalah menjaga persatuan bangsa, di Indonesia banyak agama. Sebagai negara Pancasila, semua yang tinggal di Indonesia wajib beragama. Yang tak beragama tak boleh tinggal di Indonesia," katanya.

Menurut Mahyudin ada ideologi yang mendompleng Islam untuk melakukan tindak kekerasan. Diungkapkannya, umat Islam tidak pernah melakukan kekerasan atau pembunuhan. Pria asal Kalimantan Timur itu mencontohkan seperti kasus pembunuhan yang dikerjakan Hitler serta genosida di Bosnia dan Rohignya, dilakukan bukanlah oleh umat Islam. "Umat Islam malah sering menjadi korban, Islam adalah agama rahmatan lilalamin," ujarnya.

Lebih lanjut dalam pesannya, Mahyudin mengharapkan supaya umat Islam meningkatkan amalan sepanjang bulan puasa. Mahyudin sangat senang melihat selama bulan puasa, ummat Islam rajin melaksanakan ibadah seperti solat Tarawih, membaca Alqur'an, serta berinfaq. "Bulan puasa bulan penuh berkah dan ampunan. Puasa adalah bulan untuk melatih diri. Beruntunglah orang yang selepas puasa menjadi orang yang lebih baik," pungkas Mahyudin.