BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung telah siap menyelenggarakan pemungutan suara pemilihan wali kota (Pilwalkot) pada 27 Juni yang akan datang. Pasalnya, logistik untuk keperluan pencoblosan juga sudah siap serta lengkap. "95 persen sudah siap (penyelenggaraan Pilkada). Logistik sudah terpenuhi," kata Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok, Minggu (24/6/2018).

Rifqi menyebutkan sekarang ini logistik telah didistribusikan ke masing-masing kecamatan di Kota Bandung. Logistik ini juga nantinya bakal dibagikan ke setiap kelurahan untuk dibagi-bagi ke tiap TPS. "Semuanya sudah siap tinggal distribusi. Sekarang (logistik) sudah di kecamatan. Tinggal di kelurahan," ujarnya.

Ia juga mengatakan, ada 151 kelurahan dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut itu tersebar 4.412 tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan untuk mencoblos secara serentak nantinya.

Berdasarkan hasil penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukan melalui rapat pleno pada bulan April lalu diketahui sebanyak 1.659.017 warga Kota Bandung yang bakal menyalurkan hak suaranya. Jumlah itu terdiri dari 832.624 pemilih perempuan serta 826.393 pemilih laki-laki.

Masa Tenang Pilkada

Rifqi menambahkan tiga hari sebelum pelaksanaan Pilkada serentak ini merupakan masa tenang. Di mana tidak diperbolehkan lagi berkampanye ataupun memasang alat peraga kampanye (APK). "Laporkan jika ada pelanggaran ke Panwaslu, konfirmasi ke Panwaslu. (Kemarin) kampanye terakhir, kampanye bersama, dan dengan doa bersama supaya bisa berjalan dengan baik dan lancar," jelasnya.

Adapun aturan tentang masa tenang Pilkada tersebut telah tercantum di PKPU 4/2017 tentang Kampanye. Berikut bunyi dari beberapa pasal dan ayat terkait masa tenang Pilkada:

Pasal 50

Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye wajib menutup akun resmi di media sosial paling lambat 1 (satu) hari setelah masa Kampanye berakhir.

Pasal 51

(2) Masa tenang Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlangsung selama 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.
(3) Pada masa tenang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pasangan Calon dilarang melaksanakan Kampanye dalam bentuk apapun.

Pasal 54

(4) Selama masa tenang, media massa cetak, elektronik, dan lembaga penyiaran, dilarang menyiarkan iklan, rekam jejak Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye, atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan Kampanye yang menguntungkan atau merugikan Pasangan Calon