BREAKINGNEWS.CO.ID - Pilkada serentak yang berlangsung pada Rabu (27/6/2018) lalu berjalan dengan damai. Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko pun mengapresiasi hal tersebut. Suksesnya ajang pesta demokrasi tersebut menandakan jika konsolidasi demokrasi di Indonesia semakin baik.

"Kami mengapresiasinya, kita sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi, partisipasi publik tinggi. Itu sebenarnya indikator Indonesia dalam konteks konsolidasi demokrasi yang sudah berhasil dengan baik," ujarnya, Sabtu (30/6/2018). "Setelah berjalannya Pilkada ini, ada yang menurut hitung cepat menang, ternyata semua tenang. Tidak ada situasi yang berdarah-darah. Itu indikatornya," lanjutnya.

Untuk itu, dirinya pun mengapresiasi seluruh stakeholder yang berkontribusi dalam menciptakan suasana pilkada yang damai. Mulai dari penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu, partai politik, pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada, para tim sukses serta yang terpenting adalah masyarakat. Dirinya pun berharap jika situasi aman dan damai tersebut agar dapat dipertahankan hingga tahun politik 2019 mendatang. Dimana, Indonesia melaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden serta wakil presiden. "Semoga tahun depan berjalan dengan baik," ujar Moeldoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, pilkada yang berlangsung lancar dan damai tersebut pun patut disyukuri. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Menurutnya hal tersebut dinilai sebagai bentuk harmoni demokrasi di Indonesia. "Wajib disyukur Pilkada lancar dan damai sebagai bentuk harmoni demokrasi," kata Muzani disela gelaran halal bi halal yang dilangsungkan di rumah dinasnya di kawasan Kemang, Jakarta pada Sabtu. "Ini bagian dari proses pendewasaan berdemokrasi," ujarnya menambahkan.

Untuk itu, dirinya juga mengatakan jika acara halal bihalal yang digelarnya tersebut bertepatan dengan momen yang juga dinilai tepat. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menegaskan kembali kesatuan dan persatuan setelah sebelumnya masyarakat sempat terkonsentrasi dalam perbedaan pilihan selama pilkada. "Dalam Pilkada mungkin pilihan kita berbeda namun kita tak boleh lelah dalam membina persatuan," tegasnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan jika acara tersebut merupakan kegiatan yang menjadi tradisi bangsa Indonesia setelah ummat Islam menjalankan puasa selama sebulan penuh. "Kegiatan ini merupakan tradisi Indonesia asli. Dengan acara ini kita harapkan persatuan tambah kokoh," tambahnya.