BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim tenis putra Indonesia terus melakukan berbagai persiapan menjelang turnamen Piala Davis 2019. Persiapan mental menjadi fokus utama tim Merah-Putih.

Laga babak pertama Grup II Asia/Oceania Davis Cup digelar di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 14-15 September 2019 mendatang. Timnas yang dipimpin oleh Febi Widhiyanto akan menghadapi Selandia Baru yang merupakan pemain-pemain pengalaman dan berperingkat dunia. 

Seperti Ajeet Rai (peringkat 752 tunggal, ganda 1.462), Rhett Purcell (peringkat 996 tunggal, 388 ganda), dan Michael Venus (peringkat 9 ganda), Marcus Daniell (peringkat 44 ganda), Artem Sitak (peringkat 54 ganda). Sedangkan, Indonesia, menurunkan pemain kombinasi senior-junior seperti David Agung Susanto (peringkat 1.278 tunggal, 1.015 ganda) dan Anthony Susanto (peringkat 1.583 ganda), M. Rifki Fitriadi dan Ari Fahresi. 

Signifikannya perbedaan peringkat antar kedua tim, membuat Febi harus pintar-pintar menyiapkan timnya. Salah satunya mental ketika menghadapi pemain yang levelnya jauh di atas.

"Betul, tekanan pastinya lebih besar. Apalagi untuk pemain muda kami. Berkaca dari pengalaman saat kami menghadapi Filipina di Davis Cup sebelumnya, kami juga menggunakan pemain muda, M. Althaf Dhaifullah (17 tahun), diturunkan pertama pula, ya itu menjadi pelajaran bagi kami," kata Febi dalam jumpa persnya di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

"Saat ini kami menurunkan Rifqi (18 tahun) dan Ari Fahresi (17 tahun) yang notabenenya merupaka pemain muda. Akan tetapi, beruntungnya Rifqi, dia sudah memiliki pengalaman bertanding di tiga turnamen internasional, meskipun itu di Indonesia, tapi jadi pengalaman buat dia untuk Davis Cup ini," dia menjelaskan.

"Artinya kami berpikir positif saja. Sebab, walau secara statistik lawan lebih bagus dan berperingkat semua, tapi jika belum terjadi di lapangan, tidak ada yang bisa menilai. Davis Cup itu berbeda dengan single event lainnya. Ini kerja tim dan bebannya pasti berbagi. Beda dengan event perorangan untuk sendiri. Ya, semoga ini bisa lebih baik," ujar Febi.

Mantan pemain nasional ini juga menilai dalam waktu yang tersisa tiga hari ini, pihaknya akan lebih banyak memberikan semangat dan motivasi kepada para pemain. Mumpung digelar di Indonesia, dia berharap, timnya bisa bermain maksimal.

"Kembali lagi sebelum bertemu di lapangan tidak ada yang tahu. Jadi saya lebih banyak memberi motivasi kepada mereka. Sebab, main di rumah sendiri bisa menguntungkan sekaligus merugikan juga. Nah, itu tergantung pemain bagaimana memanfaatkannya," ujar dia.