BREAKINGNEWS.CO.ID - Wacana sekolah dibuka kembali di saat angka orang terpapar virus Corona di tengah sebaran virus corona membuat para orang tua khawatir akan kesehatan anak mereka di ruang kelas pendidikan.

Para orang tua khawatir anaknya yang sekolah di tengah pandemi, malah jadi tertular COVID-19. Berkaca pada peristiwa yang terjadi di Korea Selatan, yang justru mengalami munculnya kasus COVID-19 usai ada pelonggaran, para orang tua tak ingin terjadi hal serupa.

Kemudian muncul petisi mengenai penundaan masuk sekolah selama masa pandemik COVID-19 di platform change.org hingga Jumat (29/5) pukul 12:05 WIB, sebanyak 73.074 orang telah menandatangani petisi tersebut.

Petisi ini dibuat oleh Watiek Ideo, seorang ibu satu anak yang khawatir mengenai kesehatan anak-anak bila mereka pada Juli nanti tetap diwajibkan masuk sekolah ketika memasuki tahun ajaran baru, sisi lain kenyataan yang ada pandemi virus Corona di Indonesia terus berkembang dan tidak menunjukan adanya kurva penurunan.

Petisi itu baru dua hari diluncurkan, tetapi sudah menuai respons yang luas dari masyarakat. Per hari ini, Watiek telah mencapai angka maksimal yang ia targetkan melalui petisi tersebut yakni 75 ribu.

Menurutnya, ia pesimistis anak-anak di bawah umur bisa patuh terhadap protokol kesehatan ketika proses belajar-mengajar dilakukan di sekolah.

"Bagaimana membuat anak-anak bisa memakai masker di sepanjang waktu di sekolah? Bisakah kita menjamin anak-anak akan mengganti masker kainnya setelah 4 jam pemakaian atau saat kotor/basah karena keringat atau air?” tanya Watiek melalui petisi itu.

Ia juga menyoroti persiapan sekolah terkait antisipasi penyebaran COVID-19. Menurut Watiek, menjalankan protokol kesehatan di sekolah perlu persiapan yang matang, baik dari segi fasilitas hingga edukasi orangtua, guru, dan siswa.

"Wacana masuk sekolah tentu membuat hati berdebar khawatir. Pandemik di negara kita masih terus naik dari hari ke hari. Relakah kita melepas anak-anak ke sekolah? Untuk itu, saya mengajak semua untuk menandatangani petisi Tunda Masuk Sekolah Selama Pandemik demi melindungi anak-anak dan keluarga dari persebaran COVID-19. Harapannya, Pemerintah RI tetap menggunakan sistem belajar #dirumahaja secara online,” ujarnya dalam petisi tersebut.

Pernyataan Watiek itu mendapatkan respons positif dari sejumlah warga yang ikut menandatangani petisi tersebut.

Melalui kolom komentar yang ada website change.org itu, para orangtua itu melepaskan kekhawatiran mereka.

"Siapa lagi yang memperjuangkan hak anak selain orang-orang terdekatnya sendiri. Jangan beradu nasib dengan nyawa!” tegas Primatia Wulandari.

"Pendidikan memang penting, tapi kesehatan dan keselamatan di atas segalanya,” ujar Kania Mayasari.