BREAKINGNEWS.C0.ID –  Menjadi peternak yang bisa menjual sapi kurban untuk Presiden Joko Widodo adalah sebuah kebangaan. Paling tidak nama peternakan akan menjadi lebih moncer dan dikenal luas oelh masyatakat di Indonesia. Pasalnya, presiden biasanya hanya membeli sapi-sapi unggul yang tergolong super atau memiliki kualitas yang sangat baik. 

Hal ini dirasakan betul oleh Andi Saputro (30), warga Pilangsari RT 006/RW 001, Potronayan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah. Ia sebelumnya tak menyangka dua sapi jenis simental yang dipeliharanya dibeli Presiden Jokowi untuk hewan kurban, pada Idul Adha, Minggu (11/8/2019).

Dua sapi jenis simmental masing-masing berbobot 1,4 ton dan 1,3 ton tersebut total seharga Rp 171 juta. "Rasanya senang bisa dibeli sama Pak Presiden. Bisa membawa nama peternakan sapi di sini," kata Andi. Ia mengaku baru pertama kali sapi yang dipeliharanya sejak 4,5 tahun dan 3,5 tahun itu dibeli Presiden Jokowi untuk kurban.

Singkat cerita, Andi meminta bantuan tetangga untuk menawarkan dua sapi yang ia pelihara untuk kurban melalui media sosial (medsos) WhatsApp. Dia berpesan kepada tetangga bahwa apabila Presiden Jokowi mau membeli sapi kurban, di tempatnya ada sapi berukuran besar.  

"Ada utusan Pak Presiden Jokowi ke sini langsung melihat sapi untuk kurban. Tim MUI Solo juga ke sini melihat sapi yang dibeli Pak Jokowi untuk kurban," kata dia.

Boyolali memang dikenal sebagai daerah peternakan sapi yang unggul di Jawa Tengah. Namun kebanyakan sapi di sana adalah sapi perah untuk susu. Namun di Kabupaten tersebut juga terdapat sapi-sapi ternak untuk dikonsumsi.

Dua sapi tersebut dibeli Presiden Jokowi untuk berkurban di Masjid Agung Surakarta dan Masjid Al Wustha Surakarta.  Dua sapi itu dikirim dari Boyolali ke Solo, Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB atau sehari sebelum perayaan Idul Adha, Minggu (11/8/2019). "Perkiraan sampai Solo jam 5 sore. Dua ekor sapi kami kirim ke Masjid Agung dan Masjid Al Wustha," katanya.