BREAKINGNEWS.CO.ID-Ini sangat tak terduga. Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA), Yayuk Basuki, mendengar keluhan dari 17 petembak pelatnas Asian Games 2018. Mereka menyatakan tidak  mendapat fasilitas yang tidak memadai. Sejak 28 April lalu, mereka terpaksa tidur dengan alas karpet di loker Lapangan Tembak Internasional Jakabaring Sport City Complex (JSCC) Palembang, Sumatera Selatan.

"Tolong kami diusahakan bisa menginap di tempat yang memadai seperti 10 petembak pelatnas PPON yang tinggal di hotel. Dan, kalau bisa dibantu upayakan kami agar bisa lebih cepat masuk ke Athlete Village," kata petembak putri senior, Barry Agustin saat menyampaikan keluhan rekan-rekannya kepada Yayuk Basuki yang didampingi Sekjen IOA Lukman Niode, bendahara Lingling Agustin (tenis meja), serta dua anggota IOA lainnya, Dede Herawati (atletik) dan Rossy Dipoyanti Syechbubakar (tenis meja) saat melakukan kunjungan di Lapangan Tembak Internasional JSCC Palembang, Sabtu (11/8/2018). 

"Badan saya sakit semuanya karena tidur beralaskan karpet. Mudah-mudahan kami secepatnya dipindahkan atau dimasukkan ke athlete village," timpal Anas Muhsinun, petembak Skeep and Trap.

Menurut Anas, ke-17 petembak yang menggunakan loker sebagai tempat tidur terdiri dari Skeet and Trap (9 petembak), 25 M Pistol (4 petembak), 300 M Pistol (2 petembak), dan 50 M Pistol (2 petembak). 

"Tadinya kami sempat ngontrak rumah.Tetapi, pengurus Pengprov Perbakin Sumsel tidak tega melihat kami langsung menawarkan loker JSCC untuk ditempati," ungkapnya. 

Sebenarnya, kata Anas, ada tiga lagi petembak pelatnas mandiri yang tidak mendapatkan fasilitas. 

"Barry Agustini (Air Pistol Putri) nginap di rumah rekannya,  petembak Sumsel, Maharani Ardi (50m Rifle Prone putri) tinggal di rumahnya dan petembak Kalimantan Timur, Dwi Firmansyah (50m 3 Position Putra) membayar hotel sendiri," ujarnya.

Manajer Tim Menembak Indonesia, Saro mengatakan sebanyak 30 petembak disiapkan untuk tampil pada 20 nomor yang dipertandingkan pada Asian Games 2018. Terdiri dari 10 petembak pelatnas Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) dengan biaya Kemenpora dan 20 petembak pelatnas Mandiri dibiayai PB Petbakin. 

Dia juga mengakui ada 17 petembak menempati Loker Lapangan Tembak Internasional JSCC sebagai tempat tinggal. Alasannya, tidak ada alokasi dana bagi petembak pelatnas mandiri yang dibiayai PB Perbakin. "Mereka menginap di lapangan tembak karena tidak ada alokasi anggaran yang tersedia. Yang ada hanya alokasi anggaran penginapan dari Kemenpora untuk 10 petembak pelatnas PPON," katanya.

Lantas bagaimana dengan Athlete Village?, Saro menjawab, "Sesuai ketentuan dari panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc), Athlete Village baru bisa ditempati 17 Agustus 2018."

"Ya, sesuai jadwal seluruh anggota Tim Menembak Indonesia baru bisa memasuki Athlete Villages mulai 17 Agustus," kata Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Helen Sarita Delima saat dikonfirmasi secara terpisah.