JAKARTA - Pesta minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban. Kali ini, tiga warga Temanggung, Jateng, diketahui tewas sesudah melakukan pesta miras oplosan yang dilakukan di bulan puasa. Polisi segera bertindak dengan mengamankan peracik, penjual sampai pemilik terakhir minuman itu. "Tiga orang warga meninggal setelah pesta miras oplosan di rumah Arif M (39), warga Dusun Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, pada Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 20.00 WIB," jelas Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Jumat (8/6/2018).

Wiyono menjelaskan, pesta miras dilakukan oleh Arif dengan sejumlah temannya. Selang satu hari, Arif bersama satu orang temannya, Ahmad B (27) warga Lingkungan Kasihan, Kecamatan/Kabupaten Temanggung meninggal dunia. "Terakhir ada satu korban lagi meninggal dunia Jumat pagi tadi, yakni Bimo Sakti (28) warga Dusun Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung. Satu orang lainnya yang ikut pesta miras, FAG (17), berhasil selamat," ungkap Wiyono.

Dari keterangan FAG, polisi lalu mengamankan Iman C (32) warga Kelurahan Giyanti, Kecamatan/Kabupaten Temanggung yang berperan sebagai penjual. "Tersangka Iman ini mengaku diminta untuk menjualkan miras oplosan atas perintah pasangan suami-istri selaku pemilik miras tersebut," terang Wiyono.

Selain itu, polisi juga mengamankan suami istri Edi R (50) serta Sri S (35), warga Dusun Genting, Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung yang disebut pemilik miras. Diluar itu, pasangan suami istri Wardani (43) dan Eko S (35) warga Dusun Kamal Timur, Kelurahan Menggoro, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, sebagai peracik miras oplosan.

Kelima tersangka bakal dijerat pelanggaran Pasal 204 ayat 1 dan 2 KUHP juncto Pasal 55 KUHP subsider 146 ayat 2 huruf b juncto pasal 140 UU No 18 th 2012 tentang Pangan dan Pasal 55 KUHP. "Mereka terancam pidana maksimal 20 tahun penjara," jelas Wiyono.