JAKARTA – Sebanyak 257 orang dinyatakan tewas seketika dalam insiden kecelakaan pesawat militer yang terjadi di Aljazair pada Rabu (11/4/2018). Kecelakaan tersebut menjadi insiden paling mematikan yang pernah terjadi dalam sejarah kedirgantaraan.

Pesawat buatan Rusia, Ilyushin Il-76, dilaporkan membawa tentara serta warga sipil. Beberapa saat setelah lepas landas dari pangkalan militer Boufarik, sekitar 15 mil barat daya Algiers, pesawat mendadak kehilangan kendali dan jatuh di sebuah lapangaan luas.

Sebelum menghantam tanah, pesawat sempat meledak dan mengobarkan api. Asap hitam pun mengepul di angkasa biru. Hanya segelintir penumpang yang selamat, menurut pemberitaan New York Times, Rabu (11/4).

Hingga hari ini, penyebab pasti kecelakaan maut itu belum juga diketahui dan Departemen Pertahanan Aljazair sudah memulai penyelidikan.

Para ahli mengatakan, Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, merupakan satu-satunya orang yang bisa mengatur kekuasaan militer negaranya. Akan tetapi, cara kerja dalam pemerintah sangatlah tidak jelas, itulah sebabnya beberapa orang skeptis bahwa pemerintah ingin memberikan jawaban perihal jatuhnya Ilyushin Il-76.

"Orang-orang akan menghindar ketika ditanya tentang kecelakaan itu, karena tidak ada informasi jelas," kata Lahouari Addi, seorang ilmuwan politik terkemuka dari Aljazair yang mengajar di Lyon's Institut d'Etudes Politiques, Paris, Prancis.

"Publik hanya akan mengulangi opini mereka, seperti biasa, bahwa ada korupsi di mana-mana. Tidak ada transparansi di Aljazair, tidak ada perdebatan," imbuhnya.