BREAKINGNEWS.CO.ID - Perwakilan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) AKBP Waode Saryna, SH, di dampingi oleh Kasat Intelkam Polres Muna IPTU Kaharudin Kaendo, Kapolsek Kabawo IPDA Arman dan Kanit 2 Intelkam AIPTU Mosses, melakukan silaturahim ke rumah korban penembakan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Alm. Randi bin Sali dan Alm. Muhammad Yusuf Kardawi bin Ramlan, di Kab. Muna, Sulawesi Tenggara.

Kunjungan dari Mabes Polri tersebut diterima langsung oleh pihak orang tua Almarhum yaitu Ramlan S.GZ.M.GZ dan Ibu Endang Yulida Musfikawati dan keluarga terdekat. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah mengungkapkan rasa bela sungkawa dari pihak kepolisian RI khususnya Mabes Polri atas meninggalnya M. Yusuf Karwadi dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 lalu.

Waode Saryna menuturkan, maksud dari kunjungan tersebut adalah menyampaikan ungkapan Bela Sungkawa Dari Kepolisian Republik Indonesia khususnya Mabes Polri atas meninggalnya Alm. Muhammad Yusuf Kardawi yang merupakan salah satu korban dari Aksi unjuk rasa yang terjadi di Kantor DPRD Provinsi Sultra pada hari Kamis tanggal 26 September 2019.

Lebih lanjut Waode, mengatakan pihak keluarga menanggapi dengan positif bentuk perhatian dari pihak kepolisian dengan beberapa poin penting harapan dari orang tua korban yang bisa menjadi perhatian pimpinan Polri. Berikut poin penting tersebut:

A. Menghargai niat tulus dari kunjungan Perwakilan Mabes Polri, Polda Sultra, Polres Muna dan mengungkapkan bahwa perhatian Kepolisian terhadap korban sudah sangat Luar biasa, serta dari pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan atas kepergian putra pertamanya karena tidak seorangpun yang bisa menolak takdir.

B. Pihak keluarga percaya kepada pihak Kepolisian RI untuk mengungkap pelaku penembakan yang menewaskan Alm. Muhammad Yusuf Kardawi dan jika sudah terungkap agar di proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

C. Meminta kepada pihak Kepolisian RI, agar memperhatikan saudara/adik laki-laki dari Alm. Muhammad Yusuf Kardawi yaitu Ahmad Fauzi yang saat ini tengah bersekolah di SMPN 1 Kabawo yang ingin menjadi Anggota Polri, sehingga bisa mengetahui kondisi dan seperti apa di Kepolisian itu sendiri.

D. Pihak keluarga berharap untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam Aksi Unras yang terjadi di depan Kantor DPRD Kendari Sehingga menelan Korban Jiwa.

Tidak hanya melakukan kunjungan saja, perwakilan Mabes Polri tersebut juga memberikan tali asih dari pimpinan Mabes Polri dan melakukan doa bersama. Setelah itu, rombongan tersebut melakukan kunjungan ke rumah duka Alm. Randi di Desa Lakarinta Kec. Lohia Kab. Muna dan di terima langsung oleh Orang Tua Randi, LA SALI (ayah) dan Wa Nasrifa, anggota keluarga lainnya dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Lakarinta.

Selain melakukan kunjungan untuk mengucapkan bela sungkawa, AKBP Saryna juga mendengarkan tanggapan serta keluhan dari keluarga Randi. Adapun keluhan dan tanggapan tersebut adalah sebagai berikut:

A. Korban Randi merupakan tulang punggung keluarga karena selain menjalankan kuliah, korban juga terkadang bekerja sebagai buruh/kuli bangunan untuk membantu meringankan beban keluarga serta membantu saudara-saudara yang sedang kuliah dan sekolah.

B. Pihak keluarga sudah mengikhlaskan atas meninggalnya Alm. Randi.

C. Keluarga mengharapkan kepada kepolisian agar kasus penembakan yang mengakibatkan Alm. Randi meninggal dunia diungkap secepatnya dan pelaku agar di hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

D. Pihak keluarga korban juga mengharapkan kepada pihak kepolisian agar memperhatikan masa depan Saudara-saudara Alm. Randi.

Usai mendengarkan keluhan dari keluarga, AKBP Saryna berjanji akan menyampaikan keluhan keluarga korban ke pimpinan Mabes Polri dan memberikan uang duka cita. Semoga dengan kepedulian dan perhatian yang besar dari pihak Kepolisian Republik Indonesia yang dilakukan dalam bentuk kunjungan dan silaturahim maupun harapan kedua orangtua korban dapat menumbuhkan semangat baru terhadap pihak keluarga. "Alhamdulillah Tim Mabes Polri yang dipimpin oleh saya sendiri sudah melakukan mediasi terhadap ke dua orang tua korban dan diterima dengan baik sehingga bisa berkomunikasi dan kedua keluarga korban mengatakan bahwa meninggalnya kedua anak mereka dikarenakan memang sudah takdir dari Allah SWT," tutup AKBP Waode Saryna.