BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) selaku operator impor agar dapat mempermudah distribusi jagung impor kepada peternak, terutama peternak-peternak kecil. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi upaya pemerintah yang akan 
menambahkan impor jagung sebesar 30 ribu ton yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia pada bulan Februari atau Maret 2019. Pasalnya harga jagung untuk pakan di tingkat peternak masih tinggi. 
 
"Tujuan utama dilakukannya impor jagung yaitu untuk menekan harga jagung di pasaran, dapat tercapai secara maksimal, mengingat saat ini harga jagung di tingkat petani masih berkisar Rp 5.800 per kilogram," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/1/2019). 
 
Bambang pun mendorong Kementan dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk selalu berkoordinasi dan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang stok jagung yang ada. 
 
"Agar kebijakan tentang impor tidak menjadi polemik karena sudah berdasarkan data dari lembaga yang berwenang, sehingga dapat meminimalisir dilakukannya impor jagung dan dapat meningkatkan ekspor jagung," katanya. 
 
Selain itu Bambang mendorong Kementan untuk melakukan perencanaan, antisipasi, dan solusi terhadap harga jagung di pasaran untuk menjaga stabilitas harga jagung sehingga petani jagung dalam negeri tidak ada yang dirugikan. 
 
Bambang menambahkan, pihaknya mendorong pemerintah untuk selalu menjaga kestabilan harga jagung di pasaran sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 58 tahun 2018 yang menetapkan harga jagung Rp. 4000 per kg di tingkat pabrik. 
 
"Agar masyarakat tidak resah, terutama terhadap pakan ternak yang berimplikasi terhadap harga telur dan daging ayam, mengingat salah satu keputusan impor akibat dari banyaknya keluhan peternak terhadap harga jagung yang terus naik dan stok yang minim di pasar," jelasnya. 
 
Sementara itu Bambang mendorong Kementan untuk memberdayakan petani-petani dalam negeri agar meningkatkan hasil pertaniannya dengan membuat kebijakan dan dukungan terhadap pengembangan wilayah-wilayah yang baik untuk dilakukan tanam jagung sebagai sentra produk jagung, dengan memberikan kem udahan bagi para petani untuk mendapat bibit unggul dan pupuk. 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementan untuk melakukan inovasi terhadap campuran pakan ternak selain jagung, mengingat banyak hasil pertanian lain yang juga dapat dimanfaatkan.