JAKARTA - Menanggapi terkait dengan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Sohibul Iman dianggap wajar. Bahkan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan jika dalam berpolitik semuanya sama, yang ada hanyalah kepentingan. "Sangat wajar," katanya, Jumat (27/4/2018). "Dalam sebuah politik, itu tidak ada lawan tidak ada teman. Yang ada hanya kepentingan. Hal yang biasa dilakukan siapa pun," kata mantan Panglima TNI itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, elite PKS menanggapi isi pertemuan dengan Jokowi. Ketua DPP PKS Al Muzzamil Yusuf pun membenarkan pertemuan tersebut "Pertemuan pimpinan PKS yang resmi itu biasanya dilakukan oleh Ketua Majelis Syuro Habib Salim atau Presiden PKS. Itu yang resmi. Untuk terkait Presiden Jokowi, benar bertemu dengan beliau. Habib Salim," ujarnya, Kamis (26/4/2018).

Muzzani mengatakan jika pertemuan antara petinggi PKS dengan Jokowi juga diketahui oleh Gerindra yang merupakan sekutu PKS di koalisi oposisi. "Ya tentu pembicaraan itu ke arah itu ada ya (ajakan koalisi). Tetapi PKS menyatakan memang kita dalam posisi oposisi dan kita memang sudah berbicara jauh dengan Gerindra tetapi kita membuka komunikasi dengan yang lain, Gerindra pun tahu," tutur dia. "Kita dengan Gerindra terbuka. Gerindra ketemu siapa, kita ketemu siapa tidak ada dusta di antara kita. Kita sama-sama pegang komitmen. Jadi dengan Pak Jokowi juga begitu, dan Ustaz Salim menegaskan dalam oposisi. Sikap kita kritis konstruktif, apa yang memang baik dari presiden kita akan suarakan tapi apa yang kurang baik memang kita akan kritisi," sambungnya.

Namun, ia menegaskan jika pihaknya menolak ajakan Jokowi tersebut. Untuk itu, PKS ingin mengganti presiden. "Ya ada ajakan itu, tetapi kita menyatakan sejauh ini karena dalam posisi oposisi, di dalam kabinet juga kita tetap tidak mau masuk. Maka ke depan kita mau bikin capres alternatif," tegas dia.