JAKARTA- Presiden Joko Widodo melantik Djoko Setiadi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/1/2018). Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 53 Tahun 2017 tentang BSSN pada tanggal 16 Desember 2017 lalu.

Terkait kehadiran BSSN ini Komisi I DPR RI berencana memanggil Kepala BSSN untuk memastikan lingkup kerja dari lembaga teknis nonkementerian itu. "Jadi gini kita akan segera mengadakan Raker (rapat kerja) dengan Pak Djoko sebagai kepala BSSN karena kita ingin memastikan lingkup kerjanya seperti apa," ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurut Bobby, Raker tersebut dalam agenda yang telah dijadwalkan Komisi I akan digelar minggu depan. Pihaknya pun telah mengirim surat kepada Sekretariat DPR. "Ini satu minggu ke depan. Kita sudah masuk ke sekretariat," jelasnya. Berdasarkan pantaunnya di media kata Bobby, pihaknya membaca kalau kinerja BSSN tersebut hanya melihat sosial media (sosmed).

"Kan banyak di media yang disampaikan kerjanya melihat sosmed. Padahal kalau  menurut pemahaman kami namanya cyber security itu adalah menjaga jaringan komputer, data base dan storage agar tidak diserang atau di-hack dalam instansi-instansi pemerintah atau negara," jelasnya.

"Kalau dia mengawasi sosmed itu bukan urusan badan sandi atau cyber security. Itu ranahnya publik. Kalau ranah publik itu harus di Kementerian. Tapi kalau cyber itu instansi negara," tambahnya.

Dalam Raker nanti kata Bobby, pihaknya akan menanyakan jumlah orang yang berkecimpung salam lembaga tersebut. Lalu menanyakan implikasi besar anggarannya. "Jadi sejauh mana ruang lingkup tugas BSSN. Itu akan berpengaruh pada formasi organisasi. Berapa banyak orangnya. Berapa banyak perangkatnya dan itu berimplikasi pada berapa besar anggarannya. Nah ini yang kita dalam fungsi anggaran kita dan fungsi pengawasan perlu tahu," pungkasnya.