JAKARTA—Tepat pukul 00.00 malam pergantian tahun 2017 ke tahun 2018, berganti pula pihak yang akan mengelola sumur minyak dan gas Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Sebelumnya, wilayah tersebut tersebut berada dalam pengelolaan  Total Exploration & Production Indonesie (TEPI)  yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Maka persis jelang tengah malam pergantian tahun Minggu (31/12/2017) itu, hak kelola Wilayah Kerja (WK) Mahakam sebagai WK produksi gas bumi terbesar di Indonesia telah berpindah secara resmi  ke PT Pertamina (Persero).

Serah terima pengelolaan WK Mahakam diawali dengan penyerahan kembali pengelolaan WK Mahakam dari TEPI & Inpex kepada Pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, untuk  selanjutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Direktur Hulu Syamsu Alam.

Dalam sambutannya, Syamsu mengapresiasi kerja TEPI dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang diserahkan tanggung jawab pengelolaan WK Mahakam.

Syamsu mengatakan bahwa di awal kerjanya PHM yang merupakan cucu perusahaan dari PT Pertamina (Persero) bersama TEPI telah menyelesaikan pemboran 14 sumur baru. "Sebagai komitmen menjaga kesinambungan operasi dan produksi, sampai hari ini kami telah menuntaskan pemboran 14 sumur dan akan menyelesaikan sumur ke -15 dalam beberapa hari kedepan," kata Syamsu Alam.

Syamsu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dalam kemajuan WK Mahakam selama ini seperti TEPI, Pertamina Hulu Mahakam, Kementerian  Energi dan Sumber Daya Mineral, para karyawan dan masyarakat yang telah berkontribusi.

Berdasarkan data SKK Migas, per November 2017, WK Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barrel kondensat. Pengelolaan WK Mahakam oleh Pertamina menjadikan Pertamina sebagai penyumbang lebih dari 30% produksi minyak dan gas nasional pada tahun 2018.

Persetujuan Program Kerja dan Anggaran (WP&B) 2018 oleh SKK Migas menargetkan produksi PHM 42,01 ribu barel minyak per hari dan 916 mmscf gas per hari.

Angka tersebut direncanakan dicapai dengan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 69 sumur, 132 workover sumur, 5.623 perbaikan sumur serta POFD 5 lapangan migas di WK Mahakam.