BREAKINGNEWS.CO.ID - Entah kebetulan atau memang sudah menjadi tradisi, klub yang menjuarai Piala Presiden selalu gagal mempertahankan gelar. Bukti nyata dan teraktual adalah Persija Jakarta. Juara Piala Presiden 2018 itu dipastikan gagal mengulangi kedigdayaanya pada Piala Presiden 2019. Macan Kemayoran telah tersingkir di babak perempat final usai kalah lewat adu penalti dari Kalteng Putra di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Kamis (28/3/2019).

Sejak drawing 8 besar Piala Presiden 2019, Persija jauh lebih diunggulkan atas Kalteng Putra. Namun, spekulasi itu terbantahkan, Laskar Isen Mulang justru tampil diluar dugaan. Persija dibuat frustasi pada 45 menit babak pertama berjalan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh Bruno Matos dan kolega, namun tak membuahkan hasil.

Aksi Diogo Campos saat berduel dengan pemain Persija
(Foto: Nick Hanoatubun/Breakingnews.co.id)

Bahkan, Persija sempat tertinggal lebih dulu pada babak kedua, tepatnya menit ke-56. Pattrick Wanggai sukses mengoyak gawang Shahar Ginanjar. Gol itu sempat menimbulkan pertanyaan banyak pihak, khususnya pelatih dan manajemen Persija. Pasalnya, gol tersebut berbau pelanggaran karena Wanggai dianggap menceploskan bola melalui tangannya. Akan tetapi, penglihatan wasit Thoriq Munir Alkatiri berbeda dan menggap sah gol tersebut.

Selebrasi Bruno Matos usai menyamakan kedudukan
(Foto:Dok.Nick Hanoatubun/Breakingnews.co.id)

Harapan Persija sempat muncul setelah pada menit ke-76 Bruno Matos berhasil menyamakan kedudukan. Pada sisa waktu yang ada, Persija dan Kalteng Putra gagal menceploskan gol tambahan. Pertadingan pun langsung diteruskan adu penalti tanpa perpanjangan waktu. Petaka Persija terjadi pada babak tos-tosan, tiga dari lima penendang yang dipilih Ivan Kolev gagal melakukan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, Kalteng Putra hanya dua kali gagal. Alhasil, pertandingan berkesudahan 4-3 untuk kemenangan Kalteng Putra.

Selebrasi Pattrick Wanggai (Dok.Nick Hanoatubun/Breakingnews.co.id)

Melihat ke belakang, Persija bukanlah tumbal yang pertama. Kegagalan mempertahankan gelar juara di Piala Presiden lebih dulu dialami Persib Bandung. Ketika itu, Maung Bandung yang menjadi kampiun edisi 2015 gagal mengulang kesuksesannya pada edisi Piala Presiden 2017. Gelar mereka harus beralih ke Arema FC yang pada babak final mengandaskan perlawan Borneo FC.

Setelah itu giliran Arema FC. Pada pagelaran ketiga Piala Presiden alias tahun 2018, Arema pun tumbang dan tak mampu melenggang ke partai final. Arema yang dipertemukan melawan Sriwijaya FC harus mengakhiri turnamen ini lebih dini. Singo Edan kalah dengan skor 3-1 pada laga yang digelar di Stadion Manahan. Juara pun berpindah ke tangan Persija yang pada partai final mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. Kini, Persija pun harus merasakan apa yang telah dirasakan juara-juara Piala Presiden sebelumnya.