BREAKINGNEWS.CO.ID - Persebaya Surabaya kandas di kandang sendiri. Menjamu PS TIRA di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (11/9), Bajul Ijo tumbang 0-2. Kekalahan itu membuat Persebaya terjebak di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan mengemas 25 poin. Posisi mereka tidak berubah dan terselamatkan oleh kekalahan Arema FC, yang tumbang 0-2 dari Persib. Arema menghuni satu peringkat di bawah Persebaya.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurjaman, menegaskan timnya belum menyerah untuk menembus papan atas. Diakatakannya, Liga 1 masih menyisakan 13 pertandingan lagi, dan jalan masih panjang. “Masih tetap (dengan target papan atas). Ini saya baru satu kali main (menangani Persebaya), masih ada 13 pertandingan lagi. Saya pikir belum bisa berubah target. Kami masih tetap optimistis,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur ini, Jumat (14/9/2018).

Secara matematis, peluang Persebaya untuk juara bahkan masih terbuka. Namun, jalan terjal bakal mereka hadapi, dengan cara memenangkan pertandingan sambil berharap tim lain tampil buruk. Djanur yakin timnya masih bisa berbuat banyak meski laga debutnya tercoreng. Padahal, berikutnya Bajul Ijo bakal bertandang ke markas Sriwijaya FC yang berpotensi bangkit, pada Minggu (16/9). “Jajaran pelatih sudah menghitung bagaimana kami main di sana (markas Sriwijaya) untuk mencuri poin. Sekarang banyak tim tamu yang bisa menang di kandang lawan. Artinya, kami harus punya tekad juga seperti itu,” imbuh Djanur.

Meskipun demikian, Djanur menginstruksikan kepada pemainnya untuk tetap fokus sejak menit pertama hingga akhir. Sebab, lawatan ke Palembang tak akan berjalan mudah. Karena tim asuhan Subangkit ini diperkuat materi pemain berkualitas. Meski sempat ditinggal sejumlah pilar, Sriwijaya FC masih diperkuat oleh trio Beto Goncalves, Esteban Vizcarra, dan Manuchekhr Dzhalilov yang punya jam terbang tinggi. Beto dan Vizcarra bahkan menjadi top skorer tim dengan enam gol. Sementara Manu Dzhalilov telah menceploskan empat gol. “Tiga pemain depannya bagus. Ketiga-tiganya pemain berkualitas. Mereka tetap menjadi ancaman,” tutup Djanur.