BREAKINGNEWS.CO.ID - Setiap orang pernah punya pengalaman buruk dalam hidup. Salah satunya yang sering terjadi adalah kasus bullying. Memiliki pengalaman menjadi target bullying di sosial media sering dialami setiap orang. Konflik yang di dalamnya mengandung unsur kekerasan atau pelecehan baik secara fisik maupun psikis. Pengalaman tersebut justru membuat penyanyi prapper Young Lex menciptakan sebuah lagu berjudul Jangan Dianggap Remeh.

Melalui lagu, Young Lex pun didapuk menjadi pengisi soundtrack film AIB #Cyberbullying. Sejak namanya semakin melambung di Tanah Air, Young Lex memang tidak pernah terlepas dari cibiran para warganet. Apapun yang dilakukan dan diunggah melalui akun media sosialnya selalu menuai komentar pedas.

"Paling diinget sosial media, ketika diawal mulai berkarir menerima komentar, awalnya masuk kehati, kepikiran, akhirnya kalimat bulling bisa  Seiring berjalannya waktu akhirnya ada rumus-rumus nya sendiri buat, dampak nya emosi apalagi diawal awal meniti karir, positif negatifnya emosi, komentar negatif mereka yang dikasih dari mereka, waktu umur 9 tahun, bully lewat cyber tidak kelihatan,” ujar Young Lex saat peluncuran trailer AIB #Cyberbully di Senayan, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

“Solusi nya kita ngapain mikirin orang yang ngebully, lebih baik kita peduli kepada orang yang ngebully, mulai sebarin sprite love dari pada heart,” tambah Young Lex.

Berbagai pengalaman Lex menghadapi ribuan hingga jutaan warganet yang menyerang dirinya pun membuat Surya Film dan Amani Films memberikan tawaran kepada pria berusia 26 tahun itu untuk membuat sebuah lagu untuk film berjudul AIB #Cyberbully.

“Di film AIB gue isi soundtrack, pemilihan dari Surya Film karena menurut mereka gue sering kena bully di cyber makanya gue diminta mengisi soundtracknya,” ungkap Lex.

Pelantun Office Boy ini mengaku, ada beberapa bagian dalam lirik lagu yang menceritakan pengalaman pribadinya, yaitu saat ia mulai menerima banyak serangan bullying saat awal merintis karier sebagai rapper.

Meski hampir tiap hari tak pernah terlepas dari cyber bullying, Lex mengaku tetap focus pada kariernya. Bullying yang ia terima justru menjadi cambukan tersendiri baginya untuk lebih kreatif dalam berkarya.

Hal itu dapat dilihat dari beberapa lirik Lex, yakni ‘Lo bully gue enggak pedulu, lo hina gue kejar mimpi. Bully-an lo enggak berarti, enggak bikin gue berhenti’.

“Dari awal gue anggap itu jadi bahan bakar jadi gue tinggal buka tangki untuk dijadikan cambukan atau dendam secara positif. Lo liat gue pasti bakal berhasil,” ungkap Lex.

Dengan diluncurkannya lagu yang memakan waktu pengerjaan selama dua minggu itu, Lex berharap para korban bullying tidak larut dalam perasaaan sedih. Justru sebaliknya, menyulap kalimat negatif yang diterima itu menjadi semangat untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

“Kalau enggak mau dibully, jangan jadi sukses. Kalau lo enggak sukses enggak bakal ada yang iri dan bully lo. Jadikan bully itu semangat buat buktikan lo bisa,” tutupnya.