BREAKINGNEWS.CO.ID – Mengawali tahun 2019 ini, Apple terpaksa harus mengambil keputusan yang kurang baik. Produsen ternama asal Amerika Serikat itu berencana untuk memotong produksi tiga iPhone model terbaru sekitar 10 persen pada Januari-Maret 2019. Keputusan ini diambil Apple selang seminggu setelah perusahaan memangkas penjualan triwulannya.

Seperti dilansir dari Nikkei Asian Review, langkah pemangkasan produksi itu, karena imbas dari melemahnya permintaan iPhone di China di tengah ekonomi yang melambat. Hal itu pun semakin diperburuk karena adanya perang dagang China dan Amerika Serikat.

Keputusan tersebut juga merespon pandangan banyak analis dan konsumen yang mengatakan jika iPhone keluaran terbaru dibanderol terlalu mahal. Apple pun diketahui telah meminta pemasoknya pada akhir bulan lalu untuk mengurangi produksi tiga modelnya yakni iPhone XS, XS Max dan XR.

Tak hanya memblokir dua produsen asal China yakni ZTE dan Huawei karena alasan keamanan nasional, Trump juga berencana untuk mengenakan tarif hingga 10% kepada Apple. Alasan tersebut dikarenakan, Apple iPhone sebagian besar diproduksi di China meski beberapa komponennya masih berasal dari AS.

Pada sebuah acara wawancara dengan Wall Street Journal yang dipublikasikan Senin (26/11/2018), Trump mengisyaratkan jika ia dapat mengenakan bea impor 10% terhadap Apple iPhone dan berbagai laptop yang diimpor dari China.

“Mungkin. Mungkin. Bergantung pada berapa tarifnya. Saya bisa menetapkan pajak 10 persen, dan masyarakat akan tetap menerima,” jelas Trump.

Trump pun berdalih, kebijakan itu akan mendorong Apple untuk memindahkan produksi perangkatnya dari China ke Amerika Serikat. Hal yang sama juga dilakukan terhadap pabrikan motor ternama yakni Harley Davidson. Tentu saja, bila kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan, otomatis harga iPhone dan produk-produk lain dari Apple pun terancam semakin mahal di AS.

Apple sendiri tak ingin tinggal diam dengan rencana kontroversial tersebut. Dalam sebuah surat yang sempat dilayangkan ke kantor dagang AS pada bulan September 2018, Apple menilai rencana tarif justru akan berdampak buruk terhadap para pabrikan dalam negeri AS dan memberi peluang kepada kompetitor asing.

“Kekhawatiran kami, AS adalah yang akan terpukul paling keras dan bakal berpengaruh terhadap pertumbuhan serta daya saing,” tegas Apple.