BREAKINGNEWS.CO.ID - Program positif kembali dirilis Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung dalam mengangkat pariwisata Indonesia. Hal ini terlihat dari 2 kegiatan yang dirilis dalam memperingati Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day), yang jatuh pada 27 September 2018 lalu. "Ini merupakan program untuk mendukung pariwisata Indonesia. Dimana pariwisata berkelanjutan menjadi sebuah program yang dikedepankan STP NHI Bandung. Yang tentunya menjadi salah satu pendukung kenyamanan dalam berwisata," ujar Ketua STP NHI Bandung Faisal, MM.Par., CHE.

Kegiatan ini mengusung tema “Bring Your Own Bottle” dan “Wonderful Tourism With Less Plastic”. Dimana program ini fokus kepada bahaya yang ditimbulkan oleh sampah plastik dalam bidang pariwisata. Sekaligus berbahaya bagi kehidupan sehari-hari.

Pasalnya belum lama ini marak pemberitaan mengenai sampah-sampah di tempat-tempat wisata seperti Pantai Kuta, Kepulauan Seribu, dan juga Kota Bandung. Padahal tempat-tempat tersebut merupakan destinasi wisata kuliner dan wisata belanja yang populer di Indonesia.

Selain itu sampah plastik menjadi perhatian dunia. Pasalnya untuk membuat botol-botol plastik tersebut diperlukan kurang lebih 175 juta barel minyak bumi dalam setahun. Nyatanya biaya produksi tersebut setara dengan biaya pembuatan 1 juta unit  mobil.

Penelitian menyebutkan bahwa diperlukan waktu sekitar 1 milenium atau 1000 tahun untuk mengurai sampah plastik di tanah. Sementara Indonesia telah memproduksi kurang lebih 300 juta ton plastik. Hal ini berpotensi mencemari lingkungan.  "Menanggulangi sampah terutama sampah plastik tidak bisa hanya menjadi tanggung

jawab satu atau dua pihak semata. Akan tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab  sosial yang perlu kita tanggulangi bersama. Momentum ini adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali bahaya sampah plastik baik bagi dunia pariwisata maupun dunia sehari-hari," terangnya.

Faisal menambahkan, Bring Your Own Bottle adalah bagian dari Roadmap Green Attitude. Hal ini berbentuk kampanye untuk mengalihkan kebiasaan mengkonsumsi air mineral dalam botol plastik. Dimana semua dialihkan untuk mengkonsumsi dalam botol yang bisa digunakan kembali (reuse).

Roadmap Green Attitude ini akan dimulai bertepatan dengan World Tourism Day. Dimana puncaknya adalah pada Hari Bumi tanggal 22 April 2019 mendatang. Dimulai dengan perekrutan Bring Your Own Bottle Agent. Bermaterikan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Mereka akan diarahkan untuk menjadi duta Green Attitude yang dimulai dengan gerakanBring Your Own Bottle. "Bring Your Own Bottle Agent ini akan mengkampanyekan program Bring Your Own Bottle dan juga program-progam lain terkait kepedulian terhadap lingkungan hidup secara konsisten di sosial media.  mulai dari World Tourism Day 2018 sampai dengan Hari Bumi 2019. Setelah berlangsungnya kegiatan ini, gerakan-gerakan lain terkait lingkungan hidup diharapkan dapat terus terlaksana," ungkap Faisal

Program ini tentunya dengan menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan pihak luar STP NHI Bandung. Sehingga upaya mewujudkan Green Campus dapat terlaksana.

Program lain yang tak kalah asiknya adalah Wonderful Tourism with Less Plastic. Program ini adalah salah satu wujud komitmen STP NHI Bandung untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan di Kota Bandung. Tercatat kurang lebih 1400 mahasiswa STP NHI Bandung akan terjun ke berbagai daerah di Bandung. Diantaranya Setiabudhi, Cihampelas, dan Dago. Mekerak bekerja untuk mengumpulkan sampah plastik di daerah tersebut. Sekaligus melakukan kampanye pengurangan penggunaan plastik.

"Caranya melalui kegiatan stickering kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar area tersebut. Kegiatan ini sebagai salah satu wujud tanggung jawab insan pariwisata terhadap kegiatan pariwisata yang juga berpotensi untuk menambah jumlah sampah plastik. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menimbulkan kepedulian di kalangan masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. Ungkap Faisal.

Selain itu, STP NHI Bandung juga akan melakukan sosialisasi Wonderful Tourism with Less Plastic melalui Media Sosial.

Targetnya meliputi Area Gerlong Girang - Gerlong Hilir, Area Gerlong Hilir – Borma  Setiabudhi, Area Borma Setiabudhi - Setiabudhi Supermarket, Area Setiabudhi Supermarket - Jalan Lamping, Area Jalan Lamping - RS Advent, Area RS Advent – Pasopati, Area Gandok - Taman BBWS Cikapundung, Area BBWS Cikapundung -  Simpang Dago, Area Simpang Dago - RS. Borromeus, Area RS. Borromeus – Taman Cikapayang, Area Taman Cikapayang - Simpang Merdeka.

"Sebagai generasi muda di bidang pariwisata, bentuk semangat mahasiswa dalam memeriahkan Hari Pariwisata Dunia juga tampak dari penampilan yang mereka suguhkan. Ada tarian masa Poco-Poco, tari tradisional oleh Kemilau Ratimaya, Paduan Suara, dan Nara Angklung. Jadi semakin mempertegas gelora pariwisata. Ini tentu sangat bagus. Kemenpar akan terus mendukung itu," ujar Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani Mustafa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyambut positif apa yang dilakukan STP NHI Bandung. Menurutnya ini merupakan bukti kuat bagai mana para insan pariwisata mendukung program pariwisata berkelanjuta. Karena permasalahan sampah merupakan musuh pariwisata. Apa lagi sampah plastik yang tidak dapat terurai cepat.  "Jadi ini merupakan problem bersama, bukan hanya Bali atau Indonesia. Mari kita sama-sama perangi sampah. Caranya? Kurangi pemakaian plastik dan membuang sampah pada tempatnya. Pariwisata saat ini telah terbukti menjadi core ekonomi bangsa. Maka selayaknya seluruh masyarakat juga ikut menjaganya. Jika lingkungan bersih wisatawan akan nyaman. Jika wisatawan nyaman maka perekonomian masyarakat akan terdongkrak," kata Menpar Arief Yahya.