BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI) Dr. A.M. Fachir melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Niger, Y.M Kalla Ankouraou di Niamry, Niger, Kamis (9/8/2018).

Dalam pertemuan tersebut Wamenlu Fachir menuturkan bahwa Indonesia siap tingkatkan kerja sama dengan Niger. “Indonesia siap meningkatkan kerja sama bilateral dengan Niger di berbagai bidang, terutama perdagangan, infrastruktur dan kerja sama teknik,” ujar Wamenlu Fachir, dalam rilis Kementerian Luar Negeri yang diterima Breakingnews.co.id, Jumat (10/8).

Pertemuan bilateral tersebut juga merupakan pertemuan Sidang Komisi Bersama RI-Niger yang pertama kalinya diselenggarakan. Sebelumnya, kesepakatan menyelenggarakan Sidang Komisi Bersama disepakati oleh kedua negara pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Niger ke Indonesia pada Oktober 2017 lalu.

Di bidang perdagangan, Wamenlu RI menyampaikan perlu ada upaya-upaya untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara, seperti penurunan tarif. Dalam hal ini, Menlu Nigeria menyatakan dukungan atas inisiatif Indonesia untuk membentuk Preferential Trade Agreement dengan Economic Community of West African States (ECOWAS), di mana Niger merupakan salah satu negara anggotanya. Sebagai catatan, nilai perdagangan bilateral kedua negara belum menunjukan potensi yang optimal, pada tahun 2017, menurut data Kementerian Perdagangan Indonesia (Kemendag RI) nilai total perdagangan hanya mencapai 6,62 juta dolar AS atau sekitar 95,5 miliar rupiah.

Dalam pertemuan, Menlu Niger menyinggung mengenai peningkatan konektivitas dan people-to-people contact kedua negara, salah satunya dengan pencabutan status calling visa bagi WN Niger dan implementasi pembebasan visa bagi paspor diplomatik dan dinas. Menanggapi hal tersebut, Wamenlu RI menyampaikan bahwa proses tersebut sudah mendapatkan kesepakatan pihak terkait dan akan diimplementasikan dalam waktu dekat.