BREAKINGNEWS.CO.ID - Untuk pertama kalinya, sejak Cina membangun pulau buatan serta pangkalan di Laut Cina Selatan (LCS), Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) dan Inggris menggelar latihan gabungan di perairan tersebut.

Angkatan Laut AS menuturkan latihan gabungan tersebut melibatkan kapal penghancur rudal, USS McCampbell yang disimpan di pangkalan di Jepang dan kapal frigat Inggris, HMS Argyll, yang tengah melakukan lawatan ke Asia. "Kedua kapal tersebut melakukan latihan komunikasi dan latihan lainnya sejak Jumat pekan lalu hingga hari ini untuk mengantisipasi menghadapi prioritas keamanan bersama," tulis Angkatan Laut AS melalui pernyataan pada Rabu (16/1/2019).

Dikutip Reuters, seorang juru bicara Angkatan Laut AS menyampaikan latihan bersama seperti ini tidak pernah ada dalam sejarah, terutama di Laut Cina Selatan sejak 2010 silam. Ini merupakan pertama kalinya Inggris berani berhadapan dengan Cina di Laut Cina Selatan secara langsung.

Latihan bersama ini dilakukan setelah kapal perang Inggris, HMS Albion, berlayar di dekat Pulau Paracel di perairan itu pada Agustus 2018. Pulau tersebut diklaim oleh Cina. Operasi bersama di perairan rawan konflik itu juga disebut dilakukan setelah AS meminta kontribusi lebih banyak lagi dari sekutu, untuk menekan Negeri Tirai Bambu karena mencoba melebarkan pengaruhnya di Laut Cina Selatan.

Cina menganggap latihan bersama AS-Inggris tersebut merupakan provokasi. Laut Cina Selatan menjadi perairan rawan konflik setelah Cina mengklaim hampir 90 persen wilayah perairan dengan jalur perdagangan terpadat itu. Klaim Cina tersebut bersinggungan dengan klaim sejumlah negara lainnya seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan Taiwan.

Meski klaimnya di Laut Cina Selatan ditolak oleh Arbitrase Tribunal UNCLOS pada 2016 lalu, Cina berkeras membangun pulau dan fasilitas militer di perairan itu. Tahun lalu, sejumlah gambar menunjukkan pulau-pulau buatan yang telah dibangun Cina di perairan itu lengkap dengan sejumlah radar dan rudal jelajah anti-kapal.

Angkatan Udara Cina juga pernah mendaratkan pesawat pengebomnya di sejumlah pulau di Laut Cina Selatan yang menjadi sengketa, sebagai bagian dari latihan militernya di kawasan itu. AS dan Inggris tak memiliki klaim di Laut Cina Selatan, tetapi kedua negara berupaya menerapkan kebebasan bernavigasi di perairan kaya sumber daya alam itu. AS menyatakan Laut Cina Selatan merupakan perairan internasional yang bebas dari kekuasaan negara mana pun.