BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap lima saksi untuk tersangka pengadaan proyek Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2017-2018, Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE).

Adapun kelima saksi itu, yakni dua Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR masing-masing Doddy Krisnandi dan Rina Agustine, Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Jakarta Jatinegara Timur Bayu Wibowo Wicaksono, Direktur PT Bayu Surya Bakti Olly Yusni Ariani, dan Shokhibul Hidayat dari unsur swasta.

“Para saksi akan diperiksa untuk tersangka ARE terkait kasus dugaan suap SPAM pada Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (25/1/2019).

Dalam kasus ini, KPK total telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi antara lain Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan diduga sebagai penerima antara lain Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).
Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.