BREAKINGNEWS.CO.ID – Keseriusan pemerintah  dalam mempercepat transformasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tak sekedar wacana. Ini dibuktikan dengan digelarnya pertemuan antara Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dengan 40 dekan dan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis sejumlah kampus utama Indonesia.

Tukar ide da pendapat yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju”  di Hotel Borobudur, Jumat (9/8/2019) itu, bertujuan untuk mencari masukan dari berbagai pihak, terutama kalangan akademisi yang sehari-hari bergulat dengan kajian dan penelitian.

“Pertemuan pak Menko Perekonomian Darmin Nasution bertujuan untuk mendapat masukan dan  pandangan kalangan kampus terkait  masalah ekonomi yang kita hadapi,”kata Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijoyo Susiwijono, S.E, M.E, usai pertemuan yang juga digelar di hotel yang sama.

Pelibatan akademisi tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah dalam penyiapan kebijakan transformasi ekonomi yang terbagi dalam lima pilar.

Kelima pilar yaitu optimalisasi pembangunan infrastruktur, penguatan implementasi kebijakan pemerataan ekonomi, minimalisasi ketergantungan terhadap modal asing jangka pendek, efisiensi pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta konfigurasi Investasi untuk mendukung pertumbuhan.

Selain kalangan perguruan tinggi, Susiwijono juga menyebutkan bahwa pemerintah juga dalam menyusun rancangan tersebut, juga akan menggandeng APKASI (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia) agar  kebijakan transformasi ini berjalan secara berkesinambungan. “Transformasi terdiri dari dua pilar, “Pilar pertama perguruan tinggi, pilar kedua pemerintah daerah,” lanjutnya.

Diharapkan, nantinya saat saat implementasi  para akademisi itu turut mengkomunikasikan dan mendiseminasikan kebijakan ekonomi kepada masyarakat dan dunia usaha. “Pemerintah juga perlu meminta mereka mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan yang diberikan pemerintah jadi dua arah,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Susi, ke depannya pihaknya akan mengundang beberapa pihak untuk datang dan berdiskusi menbenahi kebijakan apa yang akan dilakukan untuk mentransformasi ekonomi Indonesia. Misalnya dengan mengundang dekan fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai universitas perwakilan setiap provinsi.

Sebelumnya,  Kemenko Perekonomian telah bekerjasama dengan Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari berbagai universitas dalam menyelenggarakan Seminar Diseminasi Outlook Dan Kebijakan Perekonomian 2019 bersama kementerian/lembaga, pemda, dan asosiasi di beberapa daerah.

Forum serupa akan digelar secara rutin dua kali dalam setahun, di samping pertemuan-pertemuan rutin berupa penyampaian kajian atau masukan atas suatu isu ekonomi dan perumusan kebijakan, serta diseminasi outlook dan kebijakan perekonomian yang akan dilaksanakan secara rutin pada bulan Mei dan November setiap tahun. “Ini kita ingin mendapatkan masukan mengenai apa yang akan kita lakukan (dalam transformasi ekonomi),” ucapnya.

Pada bagian lain,  Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, di era seperti saat ini, transformasi ekonomi merupakan prasyarat dari peningkatan dan kesinambungan pertumbuhan serta penanggulangan kemiskinan, sekaligus pendukung bagi keberlanjutan pembangunan.

Dengan transformasi, diharapkan dapat menggeser struktur ekonomi yang semula berbasis komoditas, menjadi ekonomi berbasis investasi, produksi dan pelayanan yang memiliki nilai tambah tinggi. Hal ini dapat meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia dan kualitas hidup masyarakat.

“Substansi yang kita angkat itu adalah subtansi yang bagian dari kelanjutan yang sudah berjalan dalam empat tahun ini,” ucapnya.

Darmin mengatakan, selama ini transformasi ekonomi yang dulunya dikenal dengan istilah transformasi struktural hanya membuat peralihan tenaga kerja pindah dari desa ke kota. “Transformasi struktural diarahkan pada peralihan tenaga kerja dari sektor berbasis sumber daya alam (SDA) ke sektor yang menciptakan nilai tambah misalnya industri. Tetapi hal ini memicu terjadinya urbanisasi dari desa ke kota” jelasnya.