JAKARTA – Salah satu penyelidik yang terkenal dengan gaya nyentriknya di dunia perdagangan ilegal gading gajah dan cula badak dilaporkan tewas terbunuh di Kenya baru-baru ini.

Esmond Bradley Martin, 75, ditemukan tewas di tempat tinggalnya di Nairobi pada Minggu (3/2/2018) dengan luka tusukan di lehernya. seperti ditulis dari BBC pada Selasa (6/2).

Mantan utusan khusus PBB untuk konservasi badak itu dikenal karena pekerjaannya yang kerap menyamar untuk menyelidiki pasar gelap penjualan gading gajah serta cula badak.

Warga negara AS itu baru saja kembali dari kunjungannya ke Myanmar.

Saat ditemukan tewas, Bradley Martin sedang dalam proses menulis temuannya perihal perdagangan satwa liar ilegal, termasuk juga gading gajah dan cula badak, lapor wartawan BBC, Alastair Leithead dari Nairobi.

Istrinya menemukan jasad Bradley Martin di rumah mereka di Langata. Polisi tengah menyelidiki kasus tersebut serta menduga kematiannya merupakan perampokan yang gagal.

Koresponden BBC menyampaikan kalau Bradley Martin telah menghabiskan puluhan tahun mempertaruhkan hidupnya untuk memotret dan mendokumentasikan diam-diam penjualan ilegal gading gajah dan badak. Ia kerap bepergian ke Cina, Vietnam, serta Laos untuk berpose sebagai pembeli dan mendapatkan rincian harga pasar gelap.

Dia pertama kali pergi ke Kenya dari Amerika Serikat pada tahun 1970, kala terjadi lonjakan jumlah gajah yang terbunuh dikarenakan gading mereka.