BREAKINGNEWS.CO.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan jika KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara tersebut akibat kelebihan muatan. Budi mengatakan jika kapal tersebut seharusnya memuat penumpang sebanyak 43 orang penumpang saja. Namun kenyataannya, kapal tersebuta memuat penumpang hingga 80 orang. "Berkaitan dengan kapasitas, kapal ini kapasitas adalah 43 orang," kata Budi Karya, Rabu (20/6/2018).

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsdya M. Syaugi mengatakan sampai hari ini, ada 192 orang yang hilang yang dilaporkan oleh masyarakat kepada pihaknya. Masyarakat melaporkan ada anggota keluarganya yang hilang. Namun, menurutnya belum tentu mereka ikut dalam kapal yang tenggelam tersebut.

Ia pun menambahkan jika sejauh ini sudah ada empat penumpang yang ditemukan dalam keadaan tewas. Seluruhnya merupakan berjenis kelamin perempuan dan ditemuakan sejaih 3-5 kilometer dari titik tenggelamnya kapal naas tersebut. Untuk itu, tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas hingga saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Pencarian pun dilakukan selama tujuh hari hingga 25 Juni 2018 mendatang. Namun, masa operasi SAR bisa diperpanjang jika diperlukan. "Kita menyisir permukaan air maupun di dalam air, mudah-mudahan waktu yang ada kita bisa mencari lagi korban-korban," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal tersebut mengangkut penumpang sebanyak 80 orang. Petugas pun langsung melakukan pencarian. Namun, pencarian tersebut terkendala cuaca buruk.

Budi Karya Sumadi juga telah menyampaikan duka cita yang mendalam atas peritiwa tenggelamnya Kapal Rakyat KM Sinar Bangun di Danau Toba, Kab. Simalungun, Sumatera Utara. Terkait kejadian ini Menhub mengaku akan segera mengirimkan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT untuk menyelidiki penyebab kecelakaan ini. “Saya atas nama pribadi dan Kementerian Perhubungan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun sehingga jatuh korban jiwa,” ujar Menhub Budi usai mengunjungi Pos Polisi Cikopo, Senin (18/6/2018).