WASHINGTON - Seorang peretas asal Inggris dilaporkan telah menipu beberapa pejabat tinggi di Gedung Putih untuk terlibat dalam perselisihan melalui bebrapa email palsu. Orang yang menyebut dirinya sebagai "penulis email iseng" itu meyakinkan seorang penasehat keamanan siber senior kalau ia adalah menantu presiden, Jared Kushner, kata CNN.

Ia juga menipu eks juru bicara Presiden Trump, Anthony Scaramucci, dengan berpura-pura menjadi eks kepala staf Reince Priebus. Keprihatinan tentang keamanan siber sedang tinggi di tengah klaim kalau sejumlah peretas mengambil bagian dalam penentuan dalam pemilu presiden di AS. Gedung Putih menyebutkan pada CNN bahwa sedang menyelidiki insiden terbaru serta menanggapi isu ini dengan sangat serius.

Si penipu menempatkan beberapa email tersebut di Twitter. Ia menggambarkan dianya sebagai 'anarkis malas, ' yang melakukan hal itu sebatas untuk kesenangan pribadi. Ia berjanji tidak lagi menjadikan Gedung Putih sebagai sasaran lagi, namun mengatakan:  "Anda harus menguatkan sistem IT Anda ".

Para pakar mengatakan kepada CNN bahwa insiden-insiden ini menunjukkan bagaimana bahkan masyarakat terkuat di Amerika tetap rentan terhadap serangan-serangan phishing, di mana peretas mengirim email-email palsu untuk membujuk orang tersebut agar memberikan informasi pribadinya.