BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno kembali menyinggung pentingnya kesejahteraan guru, terutama guru honorer sebagai tenaga pendidik di Indonesia.


Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru sebagai pendidik anak bangsa harus lebih diperhatikan lagi. Hal itu bertujuan agar dapat memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini. Adapun pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga melalui akun Twitter-nya, @sandiuno.

"Bila para guru sejahtera dan berkualitas, maka masa depan pendidikan kita bisa jadi lebih baik, dan dampaknya adalah akan terciptanya generasi penerus yang cerdas dan mampu bersaing di ketatnya persaingan global," tulis Sandi," Rabu (20/3/2019).

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Sandi, dirinya bersama calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto memiliki dua langkah. Kedua langkah itu, kata Sandi, dipastikan akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Saya dan Pak Prabowo Subianto memiliki 2 langkah utama, pertama setiap anak di Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas," ungkapnya.

"Kedua, dengan meningkatkan kualitas guru, diantaranya dalam meningkatkan kesejahteraan dan status bagi para guru honorer yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun. Di bawah Prabowo-Sandi, guru honorer akan secepatnya secara berkala diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)," imbuh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

"Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesejahteraan guru akan tercipta pendidikan yang berkualitas, dan nantinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang berprestasi. Insya Allah kami amanah dalam memperjuangkan kesejahteraan para guru," terangnya.

Sebelumnya, dalam debat ketiga antar cawapres yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/3/2019) malam juga mengupas tema pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga berujar jika fokus Prabowo-Sandi adalah peningkatan kualitas guru. Kalau guru berkualitas dan berkompetensi, menurutnya akan lebih baik.

"Kesejahteraan guru khususnya honorer mereka pahlawan tanpa tanda jasa, per hari ini belum dapatkan kesejahteraan dan status. PR besar kita adalah meningkatkan kualitas guru kita. Kita pastikan kesejahteraan guru," ujarnya.

"Kurikulum terlalu berat. Kita pastikan kurikulum. Kita fokus esensi pada budi pekerti dan karakter serta punya akhlak yang karimah. Kita hapus ujian nasional (UN). UN tidak berkeadilan dan kita hapuskan dengan penelusuran minat dan bakat. Sangat aplikatif dari peserta didik dan bisa diarahkan kemana. Mereka minat dan mampu. Keluhan masyarakat butuh pendidikan berkualitas," pungkasnya.