BREAKINGNEWS.CO.ID - Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari), memberikan penghargaan kepada pengurus provinsi (Pengprov) yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi, wasit, Majelis Sabuk Hitam (MSH) serta penghargaan kepada Dewan Guru.

Sekretaris Umum Lemkari, Angel Ibrahim, mengatakan, pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para pengurus pengpro, wasit, MSH serta dewan guru yang sudah berperan aktif melakukan pembinaan. "Iya penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada pengprov yang sudah berperan aktif memajukan pembinaan atlet-atlet karate serta menciptakan karateka-karateka terbaik," kata Angel Ibrahim, selaku Ketua panitia kegiatan nasional Lemkari 2019 di sela-sela pembukaan Kejuaraan Nasional Lemkari Piala Menpora 2019, di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut, Angel menyampaikan, semoga dengan penghargaan ini para pengprov lebih giat lagi dalam memajukan pembinaan-pembinaan atlet-atlet karate yang bisa mengharumkan Tanah Air kita. Karena saat ini Lemkari tengah mempersiapkan atlet-atletnya untuk terjun dalam Kejuaraan Panglima Cup yang berlangsung pada pertengahan September 2019 mendatang serta persiapan menuju Asian Games 2022, di Hangzhou, Zhejiang, Cina. Dengan harapan atlet dari Lemkari bisa mempersembahkan medali emas.

Berikut daftar penerima Lemkari Award 2019:

Pengprov yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi kategori kadet diterima oleh Pengprov Bali dan Maluku, sedangkan untuk kategori junior diterima oleh Pengprov Jawa Barat serta Jawa Timur, dan untuk kategori senior diterima oleh pengprov DKI Jakarta dan Sumatera Utara. Untuk pengprov berprestasi dan inovatif diterima oleh Sumatera Barat, sedangkan untuk penghargaan pengprov yang kuat dan tangguh jatuh kepada pengprov Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Pengrov Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta mendapatkan penghargaan sebagai pengprov terkompak. Penghargaan wasit terbaik diberikan kepada Sensei Wahid yang memiliki sabuk hitam dan V. Penghargaan Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) diberikan kepada Jefry Pontoh dari Sulawesi Utara. Terakhir penghargaan dewan guru diberikan kepada Shuseki Harried Taning.