MAGELANG - Siklon tropis cempaka yang terjadi di selatan Pulau Jawa menyebabkan hujan deras yang disertai angin kencang. Hujan yang disertai angin kencang tersebut melanda wilayah Kabupaten Magelang dalam dua hari terakhir. Akibat pengaruh siklon tropis tersebut, sedikitnya 17 kejadian bencana yang terjadi. Sebanyak 13 diantaranya merupakan bencana tanah longsor, sedangkan empat lainnya hujan disertai angin kencang.

"Sejak kemarin hingga hari ini ada 17 kejadian bencana, dampak dari siklon tropis Cempaka. Sebenarnya ada 12 kejadian lagi yang belum terlaporkan," kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Rabu (29/11/2017).

Berdasarkan data BPBD, tujuh kejadian bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Borobudur, lima kejadian di Kecamatan Salaman. Dua kejadian hujan angin di Kecamatan Muntilan, satu di Kecamatan Secang, dan satu di Kecamatan Mungkid. Ia mengatakan akibat dari bencana tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan karena terkena reruntuhan bangunan rumah. Saat ini keduanya sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan.

"Sejumlah akses jalan sempat tertutup pohon yang tumbang akibat hujan angin, kemudian sedikitnya sepuluh rumah warga terkena material longsoran. Kerusakan terjadi mulai dari skala ringan hingga berat," ungkap Edi.

Sejauh ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana tersebut. Selain itu bantuan peralatan dan personel yang dibutuhkan untuk membersihkan material longsoran maupun puhon tumbang. Edi mengimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada, mengingat siklon tropis cempaka tersebut diperkirakan masih akan berlangsung gingga besok sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Dampak berupa tanah longsor harus diwaspadai oleh warga yang tinggal di daerah rawan, khususnya lereng pegunungan. Sedangkan dampak banjir bandang harus diwaspadai warga yang tinggal di sekitar sungai," ujarnya.