PALEMBANG - Pilkada Sumsel sudah memasuki babak yang paling krusial yaitu masa penentuan pasangan calon serta penentuan kendaraan politik. Para kandidat sudah melakukan safari politik yang sangat intens dengan menawarkan diri, program serta kekuatan baik elektabilitas, pendanaan maupun jaringan pemenangan pada para pemegang kebijakan partai.

Hal demikian sangat lumrah mengingat tidak mungkin partai politik akan mengusung orang yang tidak jelas. Semua parpol tentu ingin calon yang diusungnya menang, karena itu mereka memperhatikan betul soal rekam jejak serta visi kandidat dan kekuatan potensi menangnya. Sederhananya parpol akan memilih pasangan calon yang bakal menang karena punya pemilih, punya dana, punya jaringan, punya kesamaan kepentingan serta mereka yang bisa bekerjasama sepanjang menjalankan pemerintahan.

Para kandidat peserta pilkada Sumsel yang telah berhasil mengerucut atas dasar survei opini publik sudah mulai membangun komunikasi politik untuk menentukan pasangannya. Beberapa sudah menunjukkan tanda-tanda akan berpasangan seperti Dodi Reza dengan Giri Kiemas demikian juga Ishak Meki dengan Aswari Riva`i.

Herman Deru dikabarkan masih menimbang beberapa nama yang sudah mengerucut menjadi dua kandidat yaitu Mawardi Yahya mantan Bupati Ogan Ilir serta Irwansyah, walikota Pangkal Pinang.

Herman Deru menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada koalisi partai politik yang akan mengusungnya namun dirinya menghendaki calon wakilnya itu yaitu tokoh yang memiliki chemistry dengannya, yang bisa bekerja sama serta terutama ingin berjuang memenangkan pilkada.

“Kita welcome semua, etika politiknya penentuan calon wakil harus dibicarakan dengan parpol pengusung. Tentu sekarang yang dicari yaitu tokoh yang bisa memberi kontribusi politik yakni kemenangan dalam pilkada, " katanya, Sabtu (7/10/2017).

Aktivis Forum Pemerhati Pilkada Sumsel, Agusta Surya Buana menilai Herman Deru lebih pas berpasangan dengan Mawardi Yahya. Nama itu tidak asing untuk masyarakat Sumsel. Menurutnya Irwansyah berasal dari provinsi jiran, walikota Pangkal Pinang itu dipandang tidak terlalu pas memimpin mendampingi Deru memimpin Sumsel. Jargon Bersatu Sumsel Maju yang diusung Deru tidak akan bunyi kalau wakilnya justru tokoh pemimpin dari provinsi lain.

" Jika pilihannya tinggal dua tokoh itu, pasti yang lebih realistis yaitu berpasangan dengan Mawardi Yahya, " jelasnya.

Agusta menambahkan, Mawardi Yahya akan lebih diterima pemilih Sumsel selain karena berpengalaman menjadi memimpin OKI. Ia juga punya daya dukung lain dimana saudaranya masih menjabat Walikota Prabumulih. Menurutnya Mawardi yaitu politisi berpengalaman. Ia menjabat Ketua DPRD OKI Periode 1999 -2004 kemudian menjadi Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir tahun 2004.

“Setahun menjabat Ketua DPRD, ia ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah yang di pilih secara langsung oleh rakyat serta dilantik tanggal 22 Agustus 2005 menjadi bupati pertama Kabupaten Ogan Ilir hingga 7 Agustus 2015. Jadi memang lebih realistis kalau Deru berpasangan dengan tokoh ini, " katanya.