BREAKINGNEWS.CO.ID – Kasus dugaan prostitusi online yang sudah menyeret nama aktris Vanessa Angel atau VA di Surabaya, Jawa Timur, hingga saat ini masih terus berlangsung. Kepolisian Daerah Jawa Timur, sudah menetapkan dua orang mucikari berinisial ES dan TN sebagai tersangka.

Kasus dugaan prostitusi online yang menyeret nama artis VA di Surabaya, Jawa Timur, masih terus berlangsung. Polda Jatim telah menetapkan dua orang muncikari bernama Endang dan Tentri sebagai tersangka dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Polda Jatim sudah melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Pihak artis VA melalui pengacaranya, Aga Khan, mengatakan keterangan yang diberikan tersangka cukup menyudutkan artis VA. Hal itu disampaikan oleh Aga Khan pada Jumat (11/1/2019)."Terkait keterangan muncikari tersebut tentu saja muncikari memberikan keterangan yang menyudutkan, akan tetapi keterangan tersebut tidak bisa serta merta sebagai bukti, karena mereka juga adalah tersangka," kata Aga Khan.

Ada Aliran Dana 15 Kali

Salah satu hasil penyidikan menyebutkan bahwa telah ditemukan adanya aliran dana sebanyak 15 kali yang masuk ke rekening artis VA. Terkait masalah tersebut, pihak artis VA tidak membantahnya. Dirinya justru menjelaskan untuk apa aliran dana tersebut. "Mengenai aliran uang tersebut, klien kami membenarkan memang ada suatu hubungan yang lain, seperti utang piutang jual beli tas," ungkapnya.

Mucikari Klaim VA yang Menawarkan Dirinya

Dua orang mucikari atau perantara pekerja seks komersial yang terlibat dalam kasus prostitusi online artis, TN dan ES, secara kompak menyatakan bahwa bukan dirinyalah yang mengajak Vanessa Angel untuk masuk ke dalam dunia prostitusi. Akan tetapi, Vanessa Angel sendiri lah yang menawarkan dirinya kepada TN dan ES.

"Dia sendiri yang menawarkan diri, bukan saya yang menawarkan pada dia," terang ES yang diamini TN dengan singkat pada wartawan saat ditemui di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Kamis (10/1/2019) lalu. Akan tetapi ketika ditanya lebih jauh seputar prostitusi online artis, kedua muncikari tersebut enggan menjawab. Kemudian penyidik membawa masuk kembali kedua tersangka ke dalam ruang tahanan.

Tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE Pasal 27 Ayat 1 dan 45 Ayat 1 dengan ancaman hukumannya 6 tahun penjara. Serta Pasal 296 dan 506 KUHP Tentang mentransmisikan di dunia maya mengenai pornografi. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Subdit Siber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap Vanessa Angel saat berada di kamar hotel di Surabaya pada 5 Januari 2019 lalu. Di sekitar hotel, polisi juga menangkap ES yang sedang menunggu Vanessa.