JAKARTA, - Dalam persidangan Selasa (8/8) sore di Pengadilan Negri Jakarta Barat, pihak Ridho Rhoma tidak membantah keterangan saksi soal barang bukti dan keterkaitannya dengan narkoba.

Namun usai persidangan, kuasa hukum Ridho Rhoma mengatakan ada rekayasa dari pernyataan yang dikeluarkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal tersebut diungkap Achmad Cholidin, kuasa hukum Ridho Rhoma.

“Saya menilai adanya satu rekayasa sehingga menjebak Mas Ridho untuk ditangkap," ujar Achmad Cholidin di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Achmad Cholidin mengatakan, apa yang disampaikan saksi di hadapan Majelis Hakim tidak menunjukkan bukti secara langsung bahwa Ridho Rhoma memakai narkoba.

“Tadi kita lihat tidak ada satu pun saksi yang mengetahui jika dia memakai bersama Ian. Saksi yang ada di Hotel Ibis, juga dari security, tidak mengetahui tujuan Ridho ke situ (Hotel Ibis) untuk apa, entah untuk menginap atau makai, mereka tidak mengetahui," tutur Achmad Cholidin.

Achmad Cholidin mengatakan, saat penangkapan Ridho Rhoma juga belum ditemukan barang bukti yang disebut-sebut sabu dengan berat 0,76 gram.

“Bahkan pada saat pemeriksaan, penggeledahan di mobil pun security tidak tahu itu barang buktinya apa,” ucap Achmad Cholidin.

Sidang lanjutan Ridho Rhoma akan kembali digelar Selasa pekan depan. Untuk persidangan mendatang, Majelis Hakim memberikan kesempatan bagi Ridho Rhoma selaku terdakwa untuk menghadirkan saksi.

BREAKINGNEWS.CO.ID