JAKARTA - Negara terapung pertama di dunia akan diluncurkan di Samudera Pasifik di lepas Pulau Tahiti pada 2022.

Seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (18/5/2018), melaporkan bahwa pendiri PayPal, Peter Thiel, telah menginvestasikan kekayaannya dalam pembuatan negara terapung itu.

Negara tersebut kemungkinan akan beroperasi di luar aturan pemerintahan, karena menggunakan mata uang digital (Cryptocurrency). Rencananya, negara itu akan memiliki kota laut, dengan 300 rumah serta beberapa hotel, restoran dan kantor.

Thiel telah menginvestasikan kekayaannya sebesar US$ 50 juta atau setara dengan Rp 710 miliar. Negara terapung itu merupakan program percontohan dalam kemitraan dengan pemerintah Polinesia dan diperjuangkan oleh gerakan akademisi, filantropis dan investor.

Ilmuwan politik dan peneliti Floating Island Project, Nathalie Mezza-Garcia, mengatakan bahwa, penduduk pulau itu akan bebas dari pengaruh geopolitik dan perdagangan yang berfluktuasi. "Ada signifikansi untuk proyek yang diujicobakan di Kepulauan Polinesia itu. Ini adalah wilayah di mana tanah akan bertumpu pada karang."

Struktur pulau itu akan menampilkan atap berwarna hijau yang ditutupi dengan vegetasi. Konstruksinya akan menggunakan bambu lokal, serabut kelapa, kayu dan logam daur ulang serta plastik.

Laporan lembaga nirlaba Seasteading Institute menjelaskan bahwa negara terapung itu akan menjadi negara merdeka di perairan internasional, dan beroperasi dalam hukumnya sendiri untuk membebaskan manusia dari politisi.

Sejumlah bangunan di pulau tersebut dirancang sebagai pusat bisnis untuk bekerja di luar peraturan pemerintah. "Ini berarti ada stabilitas, dan prospek yang menarik bagi mereka yang kecewa dengan lingkup politik saat ini," kata Mezza-Garcia.