BREAKINGNEWS.CO.ID -   Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah tertekan kasus positif virus  corona atau COVID-19 yang terus meningkat.

Rupiah melemah 121 poin atau 0,84 persen menjadi Rp14.499 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.378 per dolar AS.

"Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan COVID-19 yang terus meninggi," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara yang kembali meninggi kasus penularan COVID-19 seperti di Amerika Serikat, China, Jerman, Korsel, dan lainnya.

Di Indonesia, kasus positif COVID-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama.

Sementara itu ketegangan hubungan antara AS dan China dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat China yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut. "Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam," ujar Ariston seperti dikutip dari laman Antaranews.com.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.250 per dolar AS hingga Rp14.430 per dolar AS.

Pada Kamis (2/7) lalu, rupiah melemah 95 poin atau 0,67 persen menjadi Rp14.378 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.283 per dolar AS.

Hal sebaliknya jutru terjadi di lantai bursa.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka menguat 14,43 poin atau 0,29 persen ke posisi 4.981,21.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 3,29 poin atau 0,43 persen menjadi 773,11.