BREAKINGNEWS.CO.ID - Masih ingat dengan Hermawan Susanto? Ya, dia adalah pria asal Bogor yang sempat viral karena pernyataan yang ingin memenggal kepala Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Hermawan kini sudah berstatus tersangka dalam kasus mengancam jiwa kepala negara.

Di sela-sela menjalani pemeriksaan sebagai tahanan, Hermawan Susanto baru saja melangsungkan pernikahan di Rutan Polda Metro Jaya pada Rabu (3/7/2019). Sayangnya penikahan ini bersifat tertutup dan tak ada media yang bisa meliputi secara langsung.

"Iya benar sudah menikah di rutan," ujar Direktur Tahanan dan Barang Bukti, AKBP Barnabas kepada wartawan, Selasa (9/3/2019).

Menurut kuasa hukum Hermawan, Sugiyarto Atmowijoyo, pernikahan kliennya ini berlangsung pada pukul 16.00 WIB. Dalam acara pernikahan ini Hermawan memang tak mengundang banyak orang.

Sugiyarto menjelaskan, jika pernikahan tersebut hanya dihadiri penghulu dari KUA Kebayoran Baru, orang tua Hermawan dan orang tua Anisa Agustin selaku kekasih Hermawan. "HS (Hermawan Susanto) sudah melangsungkan pernikahannya di dalam rutan pada Rabu, 3 Juli 2019 pukul 16.00 WIB," ujar Sugiyarto.

Memang sebelum ditahan, Hermawan Susanto hendak melangsungkan pernikahannya. Hanya saja rencana tersebut akhirnya berantakan kala dirinya menjadi berstatus tahanan.

"Nah, yang saat itu datang hanya saya sebagai kuasa hukum, penghulu dari KUA Kecamatan Kebayoran Baru. Bapak ibu HS, bapak ibu Anisa Agustin (kekasihnya) dan kakak serta adiknya. Selebihnya teman-teman dari Dit Tahti Polda, kan yang penting orientasinya bahwa mereka bisa ijab qabul," tambahnya.

Bulan lalu, polisi sudah menetapkan Hermawan Susanto sebagai tersangka menyusul aksi pengancaman untuk memenggal kepala Jokowi. Ancaman pemenggalan kepala Jokowi itu disampaikan Hermawan saat ikut aksi demonstrasi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (10/5/2019).

Selanjutnya setelh video yang berisi ancaman yang bersangkutan viral polisi bergerak cepat. Dalam kasus ini, polisi akhirya menangkap pemuda itu saat bersembunyi di rumah kerabatnya di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019).

Atas perbuatannya itu, Hermawan dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden.