BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta, telah meluncurkan program baru kartu identitas atau KTP bagi anjing. Meski Ibu Kota telah dinyatakan bebas rabies sejak 2004, namun program baru ini guna melakukan pengendalian kesehatan hewan peliharaan tersebut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP, Sri Hartati menungkapkan jika hal yang utama bukanlah kartunya, melainkan pemasangan microchip kepada anjing. Hal ini sendiri sudah biasa dilakukan di dunia untuk pendataan anjing dan juga rekam jejak kesehatannya.

"Kami dalam rangka pengendalian rabies, kami memerlukan pemasangan microchip dan identifikasi hanya pada anjing berpemilik saja," ungkap Sri Hartati pada Jumat (12/10).

Selain itu, Sri juga menjelaskan jika tujuan dari pemasangan microchip lebih kepada identifikasi yang memudahkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendata populasi anjing yang ada di Ibu Kota. Hal ini demi mengawasi kondisi penyakit anjing yang terekan di microchip yang terpasang.

"Kalau kami Pemerintah jelas untuk data hewannya, pemiliknya, kemudian sejarah kesehatannya apakah sudah vaksin atau belum, kan itu jelas. Bagi masyarakat seandainya dia ingin keluar negeri atau di lalu lintaskan itu kan sudah mudah di sananya, karena ada negara-negara yang mensyaratkan anjing harus dengan microchip," jelas Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP tersebut.

Tak hanya itu saja, microchip juga dapat mempermudah pemilik untuk mencari anjingnya jika suatu saat hilang, sebab microchip dapat dipindai. Setelah dipindai data anjing langsung dapat terekam jelas, sehingga bisa diketahui jika anjing tersebut hilang atau diliarkan.

"Terdata dengan baik jelas itu sih tujuannya, hanya pemasangan microchip tandanya dengan kartu supaya dia itu tahu nomor sekian. Utamanya memang identifikasinya buat kami," lanjut Sri.

Sri menegaskan tidak ada kriteria atau ras tertentu dari anjing yang boleh dipasang microchip. Yang terpenting adalah anjing harus berpemilik dan anjing sudah bisa dipasang microchip agar dapat diidentifikasi.

"Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari pemilik-pemilik anjing, supaya tidak meliarkan, mengontrol kesehatan, dan rajin vaksinasi. Kartu hanyalah tanda bukti dia sudah dipasang microchip dam tercatat kami jadi punya datanya," pungkas Sri Hartati.