BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembangunan Stadion BMW hingga kini masih belum terlaksana. Namun, Pemprov DKI Jakarta pastikan jika lahan stadion yang digadang-gadang akan bertaraf internasional tersebut telah clear dan dapat dimanfaatkan.

Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Achmad Firdaus menyatakan jika lahan pembangunan stadion BMW sejatinya telah bersertifikat atas nama Pemprov DKI. Dengan begitu, ia memastikan tak ada kendalam dalam persoalan lahan untuk pembangunan stadion yang digadang-gadang menjadi markas Persija Jakarta tersebut.

"Lahan BMW sudah sertifikat atas nama Pemprov DKI. Sertifikatnya sudah jadi. Asetnya sudah aman intinya," ungkap Firdaus di Jakarta, Minggu (4/11/2018) lalu.

Dengan adanya kepastian sertifikat hak milik atas nama Pemprov DKI, bisa dipastikan jika tak ada kendala berarti yang menjadikan kendala sehingga pembangunan proyek tersebut berlarut-larut. Menurut Firdaus, dengan kepastian itu, pembangunan bisa dilakukan kapan saja.

"Sudah. Kalau mau dipakai sudah bisa. Karena itu kan sudah kami amankan. Pengamanan fisik atau non-fisik di lapangan kan sudah dipagari. Secara non-fisik, secara administrasi sertifikat sudah ada. Tinggal pemanfaatan lahannya," jelasnya.

Menurut Firdaus, total luas lahan mencapai sekitar 26 hektare. Nantinya, lahan stadion tersebut juga akan digunakan sebagian untuk pembangunan ITF Sunter. "Sebagian mau dipakai ITF Sunter. Tidak ada masalah. Tinggal pembangunannya saja," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga DKI Ratiyono menambahkan, hingga kini sejatinya tak ada kendala dari pembangunan Stadion BMW. Menurutnya, saat ini perkembangan pembangunan stadion tersebut masih dalam tahapan penyempurnaan desain.

"Kendala sebetulnya tidak ada. Hanya penyempurnaan desain, agar yang terbaik yang kami bangun nanti," kata Ratiyono pada Selasa (6/11/2018).

Hingga kini, proses penyempurnaan desain itu masih terus dilakukan. Nantinya Pemprov DKI akan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) yang akan mengatur penunjukkan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggarap proyek yang telah lama tertunda itu.