JAKARTA-Para penghuni Apartemen Kalibata City menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengganti pengelola karena buntut penangkapan oknum tidak bertanggungjawab yang mengubah unit kamar menjadi tempat prostitusi. Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan menindaklanjuti  dan mengkomunikasikannya kepada  Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.

Nantinya, diharapkan pengolala apartemen diganti karena ia pun tidak setuju dengan kinerjanya yang terus mencoreng masyarakat dengan penyakit seksual. "Secara ini sudah berulang kali, kita akan koordinasi bersama Dinas Perumahan. Karena sudah berkali-kali kita dengar keluhan dari para penghuni di Kalibata City," terang Sandiaga di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Bukan hanya itu saja, Sandiaga juga dapat laporan soal keresahan para penghuni tentang pengelolaan apartemen yang semestinya berada di bawah wewenang perhimpunan pemilik dan penghuni satuan rumah susun (P3SRS). Tapi pada faktanya, pihak pengelolal masih saja ikut campur.

"Ya itu kita terima permintaannya dan kita akan proses. Kita harus lihat di bawah Undang-Undang kan itu sebetulnya itu sudah diserahkan kepada para penghuni dengan P3SRS. Itu harus ada koordinasinya nanti," tutur dia.

Dalam kasus tersebut, para penghuni apartemen sudah berhasil menghimpun lebih dari 550 warga apartemen yang menyatakan ingin pengelola diganti. Bahkan aspirasi itu dituangkan dalam petisi di lembaran kertas dengan tanda tangan warga. Petisi tersebut meminta pengelola mundur, menuntut agar Ketua RT yang terpilih segera disahkan, serta mendukung P3SRS murni warga.